Susy Susanti ke Tim Uber: Jangan Kalah Sebelum Bertarung

Susy Susanti ke Tim Uber: Jangan Kalah Sebelum Bertarung

Femi Diah - Sport
Senin, 09 Mei 2016 19:43 WIB
Susy Susanti ke Tim Uber: Jangan Kalah Sebelum Bertarung
Foto: detikSport/Femi Diah
Jakarta - Tim Uber Indonesia berangkat ke putaran final di Kunshan, China, dengan didominasi para pemain muda. Mantan pemain nasional, Susy Susanti, berpesan agar para pemain jangan merasa kalah sebelum bertanding.

Indonesia melaju ke putaran final Piala Uber dengan cara kurang meyakinkan. Maria Febe Kusumastuti dkk. memastikan tiket sebagai salah satu tim yang ke putaran final lewat jalur peringkat terbaik di antara tim-tim yang sudah tersingkir dari kualifikasi. Dalam Kejuaraan Beregu Asia di Hyderabad, India, Srikandi 'Merah Putih' terhenti di babak perempatfinal.

Kini menuju putaran final kekuatan malah berkurang, Linda Wenifanetri tak diturunkan dengan alasan tidak bugar saat pemilihan pemain. Dalam perjalanannya dia kemudian difokuskan untuk persiapan Olimpiade 2016 Rio de Janeiro setelah memastikan tiket ke Brasil. Tunggal pertama diemban Maria Febe yang didampingi para pemain muda: Fitriani, Hanna Ramadini, dan Gregoria Mariska. Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemain senior lainnya, Nitya Krishinda Maheswari, batal tampil karena cedera lutut usai bermain di Kejuaraan Bulutangkis Asia. Posisinya digantikan Tiara Rosalia Nuraidah.

Ganda pertama dipercayakan kepada Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani dan didampingi Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari. Greysia Polii bisa dipasangkan dengan Tiara atau pemain lain sesuai kebutuhan.

Komposisi itu menjadi perhatian Susy. Dia berharap para pemain muda yang tampil tanpa beban bsia meraih hasil lebih sip.

"Saya melihat tim Uber kali ini menurunkan sebagian besar pemain muda, tapi bukan berarti kita boleh menyerah. Dengan kekuatan yang ada realistisnya bisa mencapai babak delapan besar, lebih bagus lagi kalau bisa mencapai semifinal," kata Susy kepada wartawan.

"Tanpa pemain senior bagusnya kan para pemain muda ini mendapatkan pengalaman luar biasa untuk mencapai target realistis itu. Lagipula, jangan hanya melihat hasil saat ini. Yang penting meskipun tim ini tidak diunggulkan tapi jangan sampai pemain menyerah duluan, mereka harus berjuang habis-habisan dan tetap bersemangat dalam setiap pertandingan," beber Susy.

Tim Uber sudah lama tak meraih trofi. Kali terakhir gelar juara didapatkan pada masa Susy masih menjadi pemain, yakni di tahun 1996.


(fem/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads