PBSI meloloskan 10 atlet ke Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas Achmad Soetjipto berpesan jangan sampai ada atlet yang cedera.
PBSI gagal memenuhi target Satlak Prima yang meminta 12 pebulutangkis ke Olimpiade 2012. Di akhir periode perebutan tiket, PBSI meloloskan sepuluh pemain.
Linda Wenifanetri menjadi atlet yang menggenggam tiket paling akhir. Sebelumnya, sembilan nama lain sudah lebih dulu mengamankan tempat. Yakni, Tommy Sugiarto, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, dan Praven Jordan/Debby Susanto.Β Β Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masalah menang kalah hanya Gusti Allah yang tahu. Justru yang kami lakukan saat ini bagaimana menyiapkan diri sebaik-baiknya, jangan sampai atlet-atlet ini cedera," kata Tjip dalam obrolan dengan detikSport, Selasa (10/5/2016).
"Bebas cedera dalam olahraga memang sangat susah. Tapi kami buat prosedur yang bisa dipahami atlet dan pelatih, sehingga pencegahan cedera betul-betul kuat. Setelah latihan mereka juga melakukan prosedur recovery dll.,"
"Untuk recovery, caranya bisa dengan membuat program-program pemulihan. Supaya badan atlet betul-betul pulih dan atlet dalam keadaaan sangat bugar, baik fisik maupun mental. Dia sudah mengetahui atmosfer di sana, itu ada strateginya."
"Yang lain adalah menyiapkan recovery tim, melekat pada tim. Apakah itu masseur atau theraphyst yang melekat supaya tim kita yang 10 orang itu betul-betul sempurna. Hanya itu yang bisa kami lakukan, yang lainnya adalah berdoa. Jadi yang paling bagus adalah jangan mengharapkan kepada nasib baik," ucap dia.
(mcy/fem)











































