Pasukan "Merah Putih" kalah 2-3 di laga final melawan Denmark, yang untuk pertama kalinya memenangi turnamen beregu putra paling bergengsi di dunia bulutangkis tersebut. Denmark meraih tiga poin dari seluruh partai tunggal.
"Jangan khawatir, masih ada kesempatan di masa yang akan datang. Saya rasa masyarakat sekarang, baik yang menyukai bulutangkis maupun belum, jangan mencibir. Sebaliknya, (harus) men-support," ujar Imam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anak-anak kita sudah habis-habisan tadi, sampai jatuh bangun. Saya rasa itu bukan perjuangan yang sia-sia."
Meski demikian, ia tak lupa memberi masukan khususnya kepada mereka yang berfungsi mengelola secara langsung dunia bulutangkis di tanah air, yaitu PP PBSI.
"Ini pastinya jadi pelajaran untuk memperbaiki manajemen, dibenahi agar ke depan bisa memberikan prestasi. Pemerintah hanya mendorong, agar pembinaan usia dini mutlak dilakukan. PBSI juga agar lebih jeli dan tidak fokus ke klub tertentu untuk mencari bibit unggul, sehingga klub-klub lain tidak punya tempat," simpulnya.
Imam menyaksikan final Piala Thomas tersebut di rumah Kyai Imron Nulkhaoirot, seusai menghadiri peresmian GOR di daerah Compreng, Subang, Jawa Barat, Minggu (22/5/2016) siang.
![]() |
Meski menyaksikan pertandingan melalui live streaming, yang dan agak sedikit terputus-putus karena sinyal, Menpora bersama Kyai Imron dan beberapa warga terlihat begitu semangat dan spontan.
"Tenang, tenang⦠jangan sampai terpancing emosi," seru dia kala menyaksikan ganda kedua Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi menghadapi Kim Astrup/Anders Skaarup, yang kerapkali memprovokasi lawannya.
![]() |
Setelah kegirangan saat Angga/Ricky, menang, ketegangan kembali mewarnai suasana nobar di rumah Kyai Imron tersebut tatkala Ihsan Maulana Musrofa menghadapi Hans-Kristian Vittinghus di laga penentuan -- dan kalah dua gim langsung.
Meski sempat tampak kecewa, namun Imam tetap tersenyum kepada hadirin dan bertepuk tangan setelah pertandingan selesai.
"Kita lihat bersama Tim Thomas Indonesia sudah berjuang semaksimal mungkin. Hasil ini patut kita hargai dan ke depan harus kita evaluasi bersama dari hasil Thomas dan Uber Cup tahun ini. Khususnya di nomor tunggal," ucap dia.
(mcy/a2s)













































