Tekad Ihsan Maulana Belajar dari Pengalaman di Piala Thomas

Mercy Raya - Sport
Senin, 23 Mei 2016 19:03 WIB
Foto: PP PBSI
Jakarta - Ihsan Maulana Mustofa mengaku merasa bersalah atas hasil di final Piala Thomas. Ia bertekad segera move on dan menjadikan hal itu sebagai pengalaman berharga.

"Tegangnya pasti ada. Tinggal bagaimana kitanya mengatasi itu. Hanya saya akui, kemarin saya merasa susah untuk keluar dari tekanan," ungkap Ihsan, ketika ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Senin (23/5/2016).

Menghadapi Denmark dalam partai puncak perebutan Piala Thomas, Minggu (22/5) kemarin, Ihsan turun di partai kelima dalam kedudukan 2-2. Hasil yang ia dapatkan jadi amat menentukan.

Pada akhirnya Ihsan, yang menghadapi Hans-Kristian Vittinghus, menyerah 15-21 dan 7-21. Hasil itu masih membayang-bayanginya meski ia sudah bertekad untuk bisa segera bangkit dan tampil lebih baik lagi.

"Saya sampai sekarang, bahkan dari kemarin saat kalah, masih merasa bersalah. (Rasa) menyesal (juga) ada. Soalnya saya merasa itu adalah momennya tapi bagaimana lagi memang rejekinya segini saja," tuturnya.

"Ya, ini jadi pengalaman buat saya. Semoga dari sini saya bisa belajar untuk ke depannya seperti apa," kata Ihsan.

Usai Piala Thomas, Ihsan dijadwalkan akan kembali berlaga pada ajang Indonesia Terbuka Super Series Premier 30 Mei-5 Juni mendatang. Kemudian lanjut Australia Open. Menyoal persiapan yang akan ia lakukan, Ihsan akan fokus ke recovery kondisi lebih dulu.

"Saya mau kembalikan keyakinan dulu, berusaha untuk move on karena kekalahan Thomas kemarin. Ya paling istitahat," pungkasnya.


(mcy/krs)