PBSI Langsung Fokus ke Indonesia dan Australia Terbuka

Mercy Raya - Sport
Senin, 23 Mei 2016 21:36 WIB
Foto: AFP
Jakarta - Setelah Piala Thomas dan Uber, Indonesia akan dihadapkan pada dua turnamen berikutnya, yaitu Indonesia Terbuka Super Series Premier dan Australia Terbuka. Khusus di Indonesia Open, PP PBSI akan menurunkan kekuatan terbaik dengan menargetkan tiga gelar juara.

Demikian hal itu disampaikan Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga PP PBSI, Rexy Mainaky, di sela-sela penyambutan Tim Thomas dan Uber di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (23/5/2016). Indonesia Terbuka akan dihelat pada 30 Mei-5 Juni 2016, sementara Australia Terbuka akan dihelat pada 7-12 Juni 2016.

"Tetap full team. Hanya nanti untuk recovery anak-anak setelah dari Thomas dan Uber kami serahkan kepada pelatih fisik mereka masing-masing, tentang apa yang harus dilakukan dan segi pemulihan dan lainnya," kata Rexy.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiarto, mengatakan Indonesia Terbuka nanti tidak akan sekadar menjadi ajang pemanasan bagi tim. Tetapi, untuk mengamankan posisi seeding di Olimpiade 2016.

"Akan ada dua turnamen lagi, yaitu Indonesia Open dan Australia, itu mereka bertarung untuk menghadapi seeding terbaik," kata Budiarto.

Sebagai contoh, Praveen Jordan/Debby Sutanto, agar tidak bentrok menghadapi senior mereka Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad, mereka harus menaikkan dua peringkat dari posisinya sekarang. Praveen/Debby saat ini berada di peringkat tujuh road to Rio.

"Ini untuk menghindari kedua ganda kita bertemu di perempatfinal. Minimal naik dua peringkat lagi. Jadi, seperti Indonesia Open mereka harus bisa lolos semifinal, dan quarterfinal (perempatfinal, red) untuk Australia Open," kata Budiarto.

"Pemain yang sekarang mesti ikut semua karena lawan pasti akan terus mengejar peringkat juga. Makanya kita harus ikut, di samping pemain kita rata-rata sudah didaftarkan semua," ungkapnya.

(mcy/roz)