Ihsan menang 21-16 dan 21-10 atas wakil asal Prancis itu dan berhak menggenggam tiket untuk bermain di babak kedua Indonesia Terbuka Super Series Premier 2016. Pada laga yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (1/6/2016) malam WIB, tersebut, Ihsan mengaku sempat gugup di gim pertama.
Imbasnya, Ihsan sempat tertinggal 5-11. Dalam keadaan tertinggal enam poin tersebut, Ihsan juga bingung memikirkan strategi yang harus diterapkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gugup. Saat 5-11, saya bingung, kurang fokus dan bingung mau rally, serang, atau defense," kata Ihsan dalam sesi jumpa pers.
"Saat ketinggalan tadi, saya tidak takut kalah, bermain enjoy," tambahnya.
Mengenai kegagalan di babak final ajang Piala Thomas lalu, Ihsan mengakui kalau dirinya masih belum bisa melupakannya. Pebulutangkis berusia 20 tahun itu menyebut dirinya susah untuk segera move on.
"Masih ada 40 persen belum bisa move on. Hal itu merupakan perjuangan buat tim, negara, ada juga pemain senior Hendra/Ahsan yang dua tahun ke depan masih bermain atau tidak," ungkap Ihsan.
"Saya terus berpikir positif, yang kalah bukan hanya saya saja. Contohnya (dulu) ada Koh Alan (Budikusuma), tapi dia bisa membuktikan diri dengan menjadi juara di Olimpiade. Saya juga ingin seperti itu," imbuhnya.
(cas/roz)










































