Bermain di Istora, Senayan, Jakarta, Kamis (2/6/2016), Hendra/Ahsan dikalahkan Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding dengan skor akhir 21-19, 13-21, 18-21. Laga bergulir dalam tempo 53 menit.
"Masalah hari ini karena banyak bola mati sendiri. Kami tertinggal angka terus-menerus dan terlalu memberikan umpan yang bagus kepada lawan. Selain itu, serve mereka bagus makanya tadi sempat unggul 11-8 tapi kemudian kami kalah," kata Hendra usai tanding kepada pewarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bicara target kami di sini pastinya juara, hanya saja yang namanya main pasti ada turun naiknya dan tidak selalu ada pada top perfomance terus. Makanya harus tetap berpikir positif," ujar Hendra.
"Di nomor lain masih ada pemain tunggal yang bisa diharapkan. Mungkin giliran mereka nanti yang juara," imbuh dia.
Setelah kekalahan tersebut, Hendra/Ahsan menatap Australia Terbuka sebagai ajang terakhir menuju Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Turnamen itu masih cukup penting sebagai penentuan daftar unggulan pada Olimpiade yang dijadwalkan bergulir Agustus nanti.
"Ke depannya kami akan lebih mengembalikan kepercayaan diri kami sembari konsultasi dengan pelatih untuk memperbaiki apa yang kurang," ucap Ahsan.
(mcy/fem)











































