Saat melawan Jorgensen di perempatfinal Indonesia Terbuka Super Series Premier 2016, Jonatan kalah dalam tiga gim. Pertandingan di Istora, Senayan, Jakarta, Jumat (3/6/2016) malam WIB, itu selesai dengan skor 21-14, 19-21, dan 14-21 untuk keunggulan Jorgensen.
Saat gim kedua, Jonatan yang sudah unggul 17-13 akhirnya malah kalah. Dia gagal memanfaatkan dukungan suporter yang memenuhi Istora. Jorgensen tampak bisa mengatasi tekanan dari teror suporter tuan rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia merupakan pemain yang pandai. Dia bisa mengubah emosi menjadi hal yang positif."
"Fisik saya terkuras di pertandingan ini. Terasa di awal gim ketiga. Masih banyak hal yang harus ditambah saat latihan. Latihan fisik terutama," imbuhnya.
Akibat fisik yang sudah terkuras, permainan Jonatan menjadi didikte lawan. Beberapa pengembalian backhand pemain 18 tahun itu tanggung atau menyangkut net.
"Tak ada masalah dengan pengembalian backhand, tapi memang fisik sudah terkuras," ungkap Jonatan.
"Gim pertama pertandingan sudah berjalan sesuai strategi, berjalan bagus. Gim kedua strategi berjalan hingga poin 18. Finishing terakhir tak berani spekulasi, gejalanya seperti Anthony (Ginting)," tambahnya.
(cas/nds)











































