Istora disulap jadi taman kupu-kupu sepekan terakhir ini. Didominasi warna biru, Istora yang kuno dan lusuh disulap seolah-olah menjadi taman kupu-kupu dengan view yang asyik buat berfoto. Di sisi kiri dan kanan gedung, aneka kuliner ditawarkan. Dari sajian yang sedang 'hits' dengan food truck ataupun kedai-kedai mungil hadir di halaman Istora.
Para pengunjung juga bisa memilih tempat makan yang dirasa paling nyaman. Bangku tanpa sandaran seperti yanga da di kedai-kedai makan tradisional atau tempat duduk berpayung a la cafe pun tersedia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permainan makin beragam dan tawaran hadiah yang menggiurkan di dalam gedung Istora. Salah stau sponsor 'hanya' meminta peserta untuk memencet layar mirip game Ant Smash Christmas atau adu nyaring air bang. Di sisi lain, ada pula tantangan menggenjot sepeda untuk mendapatkan minuman jus dan snack cuma-cuma.
Tidak cuma permainan untuk ABG dan dewasa, anak-anak juga punya wahana yang sesuai usia. Ada perosotan jadi yang paling favorit.
"Kami datang kemari tak khawatir meskipun belum dapat tiket nonton. Karena sudah setiap tahun ke sini, kami tahu banyak hiburan dan kuliner di luar stadion," kata Retno Dewanti, 27 tahun, yang datang ke Istora bersama dua perempuan dewasa dan enam anak-anak di bawah usia 10 tahun.
Mereka bergantian mencoba satu per satu permainan yang disediakan. "Sayang ya tinggal satu wakil di semifinal. Kalau memang enggak dapat tiket, yang penting anak-anak bisa bermain-main di sini. Kami juga sudah mencoba beberapa makanan tadi," ujar dia.
[Femi Diah / Detiksport] |
Mereka bertiga sih sudah mengantongi tiket nonton. Sebab, Indonesia Terbuka sudah jadi agenda tahunan yang wajib ditonton langsung. Meski terbilang transportasi dari rumah ke Istora tidak sederhana--dengan kendaraan pribadi dilanjut kereta dan transjakarta--mereka tetap bersemangat.
Selain itu, Darmono mempunyai misi khusus datang ke Istora. Mereka berbelanja apparel olahraga yang ada di sana.
"Kami datang ke sini sekaligus untuk membeli peralatan bulutangkis. Karena dijamin yang kami beli adalah barang asli, bukan kw," kata Darmono.
Indonesia tinggal menyisakan Ihsan Maulana Mustofa di babak semifinal. Wakil-wakil lainnya sudah rontok di babak sebelumnya. (fem/rin)












































[Femi Diah / Detiksport]