Istora termasuk bagian dari rencana pemerintah dalam renovasi Kompleks Gelora Bung Karno menuju Asian Games 2018. Maka tahun depan, Istora dipastikan tidak dapat menjamu para pebulutangkis top dunia dalam gelaran Indonesia Terbuka.
Achmad Budiharto, wakil sekretaris jenderal PP PBSI, menyebut Indonesia Terbuka akan tetap dilaksanakan di area Senayan, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari lokasi yang kami usulkan kapasitasnya lebih kecil. Kami akan menyiasati soal penonton karena kami yakin dengan pemain-pemain muda penonton akan lebih banyak. Jadi kami belum bisa mengumumkan secara pasti di mana lokasinya," tutur dia.
Sementara itu, sekretaris BWF Thomas Lund, menilai perhelatan Indonesia Terbuka tahun ini cukup bagus. Apalagi terkait soal penonton yang tetap antusias di babak final meskipun tanpa wakil Indonesia.
"Suporter luar biasa, pemain asing juga banyak yang hadir, menawarkan hadiah terbesar, dan menyajikan hal-hal baru. Kami semua enjoy," kata Lund.
Dari sponsor utama, BCA, mempertimbangkan untuk meningkatkan jumlah hadiah total. Saat ini, hadiah USD 900 ribu.
"Ada permintaan untuk menaikkan hadiah total dan kami akan melihat di dalam internal kami sendiri. Dari tahun ke tahun--ini sebagai tahun ketiga--kami berupaya agar semua hal lebih baik, termasuk hadiah total untuk naik," kata Inge Setyawati, corporate secretary BCA. (fem/cas)











































