Dikutip dari Dailymail, Nike telah meminta seluruh petenis yang memakai brand mereka untuk mengirim kembali pakaian yang sudah diterima. Setidaknya ada 20 petenis putri yang memakai brand Nike, dan mereka harus mengembalikan pakaian itu untuk dipermak.
Penarikan tersebut dilakukan karena beberapa pemain merasa terganggu karena pakaian yang mereka gunakan (yang dibuat dalam model gaun pendek atau sering disebut baby doll) kerap tersibak tinggi sampai sebatas pinggang. Kondisi itu dirasakan menghambat permainan di atas lapangan. Pakaian itu juga dinilai bisa melangar aturan berpakaian di Wimbledon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada babak Kualifikasi Wimbledon yang sudah digelar pekan ini, Katie Boulter (Inggris) memodifikasi sendiri pakaian tenisnya. Dia memakai sebuah ikat pinggang hasil improfisasi demi membuat pakaiannya tidak mudah tersingkap jika berlari atau tertiup angin.
Beberapa petenis top yang diyakini harus melakukan perbaikan pada pakaiannya adalah Eugenie Bouchard dan Laura Robson. Sementara Serena Williams memakai pakaian yang berbeda, dengan penjepit di bagian pinggang serta kerah yang lebih tinggi.
Wimbledon punya aturan tegas soal bagaimana atlet yang berlaga di turnamen itu harus berpakaian. Termasuk yang paling mendasar adalah keharusan menggunakan pakaian berwarna putih. Bahkan penggunaan bra serta pakaian dalam selain putih juga pernah dipermasalahkan.
Foto: Eugenie Bouchard saat tampil di Wimbledon 2015 (din/rin)











































