Badan Jadi Kerempeng, Marion Bartoli Mengaku Diserang Virus Misterius

Badan Jadi Kerempeng, Marion Bartoli Mengaku Diserang Virus Misterius

Femi Diah - Sport
Senin, 11 Jul 2016 19:40 WIB
Badan Jadi Kerempeng, Marion Bartoli Mengaku Diserang Virus Misterius
Foto: Daniel Zuchnik/Getty Images for The Daily
London - Berat badan juara Wimbledon 2013, Marion Bartoli, terjun bebas. Petenis Prancis itu sampai ketakutan dengan bayang-bayang kematian karena terserang virus misterius.

Setelah gantung raket, Bartoli memang menunjukkan perubahan fisik yang cukup drastis. Petenis 31 tahun itu jauh lebih kurus ketimbang penampilan terakhirnya di Western & Southern Terbuka, turnamen tenis yang dihelat 40 hari setelah dia menjadi juara Wimbledon.

Bartoli sampai ditolak untuk mengikuti ekshibisi tenis Wimbledon tahun ini lantaran kondisinya tersebut. Panitia penyelenggara khawatir dengan kesehatan Bartoli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petenis yang pernah menduduki peringkat ketujuh WTA itu menyebut diserang virus misterius. Dia menjadi alergi terhadap banyak hal. Bahkan, dia harus mengenakan sarung tangan ketika memegang telepon genggam. Dia juga tak bisa makan sembarang makanan dan wajib menjalani diet ketat tanpa gluten, gula, dan garam. Dia cuma bisa mengonsumsi makanan organik.

"Ini bukan sebuah kehidupan. Saya menjalani metode bertahan hidup," kata Bartoli seperti dikutip Independent.

Bartoli menduga dirinya virus misterius itu menyerangnya ketika dihadapkan jadwal padat sebagai komentator televisi kemudian berlanjut mengikuti New York Fashion Week dan lantas harus terbang ke India. Dia baru menyadari perubahan badannya saat tiba di Dallas tahun ini.

"Virus itu bisa muncul setiap saya memegang alat elektronik. Saya tak bisa mengetik di telepon genggam tanpa kaus tangan. Saya tak bisa memakai aksesoris apapun yang langsung menyentuh kulit karena reaksinya akan sangat buruk. Seperti muncul jaringan baru di bawah kulit saya, Itu sungguh mengerikan," tutur Bartoli.

"Hidup saya seperti mimpi buruk saat ini. Saya harus mandi dengan air mineral, tidak bisa dengan air sembarangan. Kalau saya memegang telepon genggam lebih dari lima menit jantung saya menjadi berdebar-debar. Saya juga tak bisa mengenakan perhiasan," imbuhnya.

Dia berharap bisa kembali hidup normal. Kini dia tengah mencari pengobatan yang tepat.

(fem/nds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads