Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Sub Bidang Fisik PP PBSI, Felix Ary Bayu Marta. Menurut Felix, program pemulihan (recovery) yang menjadi salah satu fokus utama akan dimantapkan selama karantina.
Proses pemulihan usai latihan dan pertandingan adalah sebuah proses yang sangat penting bagi seorang atlet. Pemulihan yang benar dapat membantu atlet terhindar dari cedera dan mengembalikan kondisi atlet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Latihan fisik selama karantina sifatnya maintenance. Tujuannya mempertahankan kondisi atlet supaya tetap fit dan prima," tambah Felix kepada Badmintonindonesia.org.
"Akan tetapi, program latihan fisik selama di karantina sifatnya fleksibel. Artinya kami akan sesuaikan dengan program pelatih teknik," katanya.
Tim bulutangkis Indonesia akan menjalani karantina di Kudus pada pada 11-16 Juli 2016. Sebanyak sembilan atlet pelatnas yang lolos ke Olimpiade mengikuti program karantina ini. Mereka adalah Linda Wenifanetri (tunggal putri), Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (ganda putra), Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari (ganda putri), Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto (ganda campuran). Sementara Tommy Sugiarto memilih untuk menjalani program latihannya secara terpisah.
Sesi latihan di hari pertama berisi latihan teknik, dimana para atlet tidak mendapat program latihan berat. Latihan teknik kali ini lebih dimaksudkan untuk menjaga kebugaran atlet. (mfi/rin)










































