Greysia Polii, Nitya Krishinda Maheswari, Anggia Shitta Awanda, didampingi pelatih mereka, Eng Hian, serta pelatih fisik tim ganda putri, Ary Subarkah, melakukan sesi renang selama kurang lebih satu setengah jam. Tak lama, tim tunggal putri yang terdiri dari Linda Wenifanetri, Hanna Ramadini, dan Fitriani ikut bergabung.
"Selain untuk relaksasi, renang sangat bagus untuk melatih kekuatan otot, bahkan semua bagian tubuh ikut terlatih saat berenang. Begitu banyak manfaat renang bagi atlet," ujar Ary di Kudus, Jawa Tengah, Kamis (14/7/2016).
"Saat renang, atlet merasa lebih rileks, karena renang itu fun. Padahal saat renang itu mereka seperti latihan fisik juga, seperti di gym, melatih kaki, tangan, dan sebagainya. Hanya tempatnya saja yang berbeda," kata Eng Hian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokumentasi Humas PP PBSI |
Dalam sesi renang, para atlet juga bermain games keseimbangan. Meskipun sifatnya santai, jiwa kompetitif dalam diri mereka sebagai atlet jelas terlihat. Masing-masing dari mereka tidak mau kalah dan mencoba berbagai cara untuk memenangkan games tersebut.
Pada karantina yang berlangsung hingga 16 Juli 2016 mendatang, para atlet menjalani program latihan yang kurang lebih sama seperti di Pelatnas Cipayung. Begitupun dengan kegiatan-kegiatan supporting seperti analisis video pertandingan dan diskusi bersama psikolog. Namun, latihan dengan suasana yang berbeda, sekaligus simulasi di olimpiade, membuat training camp ini menjadi penyegaran buat atlet.
Dokumentasi Humas PP PBSI |
Dari cabang bulutangkis, Indonesia akan mengirimkan sepuluh atlet ke Olimpiade 2016. Greysia/Nitya menjadi satu-satunya wakil di nomor ganda putri. (mfi/rin)












































Dokumentasi Humas PP PBSI
Dokumentasi Humas PP PBSI