Rilis Biografi, Sania Mirza Ungkap Kenangan Menyakitkan & Kesannya terhadap Federer

Rilis Biografi, Sania Mirza Ungkap Kenangan Menyakitkan & Kesannya terhadap Federer

Femi Diah - Sport
Senin, 18 Jul 2016 18:33 WIB
Rilis Biografi, Sania Mirza Ungkap Kenangan Menyakitkan & Kesannya terhadap Federer
Foto: AFP
Mumbai - Sania Mirza merilis otobiografinya di Mumbai akhir pekan ini. Petenis India itu blak-blakan soal bagian paling menyakitkan dalam kariernya, juga Roger Federer yang membuat dia amat terkesan.

Dalam peluncuran buku berjudul Ace Againts Odds di gedung Balai Kota Mumbai, Minggu (17/7/2016) itu, Sania didampingi bintang Bollywood, Salman Khan. Dia mengungkapkan alasan kenapa merilis biografi saat usianya masih 29 tahun.

"Well, sebagai seorang petenis saya tak lagi muda. Saya mulai bermain di level profesional sejak tahun 2003, ketika saya berusia 16 tahun. Sejak itu saya menjalani kehidupan yang amat menarik, baik di atas lapangan atau di luarnya. Banyak hal yang bisa ditulis tentang saya, benar atau salah," kata Sania seperti dikutip Hindustan Times.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari kehidupan saya itu, ada beberapa hal yang dinilai salah. Saya menilai buku adalah cara yang paling tepat. Saya merasa kalau saya tidak menuliskan buku secepatnya, maka buku saya akan terlalu tebal nanti," ucap petenis yang pernah mencapai nomor 27 WTA itu kemudian tertawa.

Sania buka-bukaan di biografinya itu. Dia membeberkan salah satu poin terkait hal yang amat menyakitinya selama menjalani karier tenis.

Peristiwa itu terjadi saat bergulir Piala Hopman di Australia tahun 2008. Penyebabnya, ada foto saat Mirza yang tanpa alas kaki mengarahkan kakinya itu ke bendera India. Aksi Sania itu mengundang reaksi kelompok nasionalis ultra India.

"Buat saya, hal paling menyakitkan adalah ketika dinilai tak pratiotik. Banyak hal bagus yang saya persembahkan dari tenis, saya merasa istimewa. Tapi, saya malah dinilai tak patriotik," tutur dia.

"Tapi sekarang saat usia saya 29 tahun, saya lebih mudah menanganinya ketimbang saat berumur 19 tahun. Kedewasaan datang seiring bertambahnya usia. Ada 1,2 miliar penduduk negeri ini dan saya tak bisa berharap semua bicara hal yang bermanfaat. Ada satu miliar orang yang menyukaimu, itu sudah cukup," tutur petenis nomor satu dunia di nomor ganda putri itu.

Di momen itulah Federer menjadi petenis pertama yang memberikan dukungan kepada dia.

"Saat kasus itu terjadi, Roger Federer menjadi sosok pertama yang menanyakan persoalan itu kepada saya. Dia juga menyelamatkan saya saat saya bereaksi di Melbourne pada Australia Terbuka," tutur Sania.

"Federer juga mengejutkan saya beberapa bulan kemudian dengan pesan yang dikirimnya saat Mumbai diserang teroris pada 26 November 2008. Saya rasa hal-hal seperti itulah yang membuat Federer sangat spesial, menjadi legenda. Dia seorang yang jenius, menjadi lawan yang menarik, tapi teman yang hangat dan peduli, dan sangat gentleman," imbuhnya.

Dalam bukunya itu, Sania juga mengisahkan betapa beratnya keputusan untuk menikah dengan pemain kriket Pakistan, Shoaib Malik, yang kala itu masih berstatus suami orang.

(fem/raw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads