Mendekati Olimpiade, Ketegangan Owi/Liliyana Semakin Cair

Mendekati Olimpiade, Ketegangan Owi/Liliyana Semakin Cair

Femi Diah - Sport
Rabu, 20 Jul 2016 18:16 WIB
Mendekati Olimpiade, Ketegangan Owi/Liliyana Semakin Cair
Foto: PBSI
Jakarta - Sepekan jelang keberangkatan tim bulutangkis Indonesia ke Olimpiade 2016 Rio de Janeiro sinyal bagus ditunjukkan pasangan Tontowi Amad/Liliyana Natsir. Ketegangan keduanya mulai mencair.

Bukan rahasia lagi hubungan antara Owi dengan Liliyana memburuk seiring menurunnya prestasi mereka belakangan ini. Tontowi yang memang lebih muda, baik usia maupun pengalaman, dari Liliyana kadang kala tak bisa menangani emosi Liliyana yang meledak-ledak saat permainan mereka berjalan kurang sip dan ketika kedudukan pada game penentuan tertinggal dari lawan. Tak jarang Liliyana menyindir Owi soal keinginan untuk menjadi juara di depan media.

Situasi itu tak disangkal pelatih pelatnas PBSI di nomor ganda campuran, Richard Mainaky. Namun, usai karantina di Kudus, Jawa Tengah, pekan lalu, keduanya dinilai sudah makin harmonis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebelum berangkat ke Kudus, ada pertemuan Owi dan Butet dengan psikolog Satlak Prima. Dari pertemuan itu banyak hasil yang positif. Dua pemain itu sudah lebih plong," kata Richard dalam obrolan dengan detikSport, Rabu (20/7//2016).

"Tidak bisa dimungkiri, ada sedikit kurang komunikasi antara keduanya. Sebelumnya kan komunikasi mereka tidak terlalu berjalan. Tapi sejatinya tidak ada masalah apa-apa, cuma Owi terlalu sungkan kepada Butet. Sementara Butet orangnya blak-blakan. Tidak mau kalahnya terlalu tinggi, semangat terus. Jadi Owi merasa salah sendiri. Kini, sehari-hari sudah jauh lebih baik," ucap dia.

Bagaimana segi segi fisik? Utamanya kesiapan Liliyana yang tahun ini berumur 31 tahun.

"Setelah dari Kudus memang capek, tapi dalam artian yang positif. Di sana benar-benar fokus. Pagi latihan, selesai latihan istirahat dan sudah fokus untuk latihan sore. Dengan kondisi itu tenaga, fisik, dan fokus terkuras, tapi positif. Kalau di sini setelah latihan bisa ke mana-mana karena banyak yang dituju dan fasilitas ada," tutur Richard.

"Kondisi itu sebagai adaptasi para pemain dengan situasi di Brasil nanti. Di sana mereka tidak boleh kemana-mana. Pertama, untuk menghindari nyamuk. Selain itu, untuk menghindari kejahatan karena di sana tingkat kejahatan tinggi. Kudus pilihan tepat untuk simulasi.

"Dari sisi teknis, Owi menunjukkan perkembangan pada bola-bola atas. Bahkan dia sendiri terkejut. Butet yang sebelumnya menu latihannya 80 persen, kini dia latihan sama dengan yang muda. Jadi saya tinggal pertahankan atau tingkatkan lagi karena meskipun berangkatnya sudah dekat tapi mainnya masih lama," terang pria asal Ternate itu.

Selain itu Richard mengatakan dirinya hanya perlu menjaga motivasi dua pemain itu, serta kesehatan dan jangan sampai cedera.

Senada, Praveen Jordan dan Debby Susanto juga menunjukkan perkembangan sepanjang masa persiapan.

(fem/raw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads