Pelatih Manfaatkan Beban untuk Dongkrak Motivasi Ahsan di Olimpiade

Pelatih Manfaatkan Beban untuk Dongkrak Motivasi Ahsan di Olimpiade

Femi Diah - Sport
Senin, 25 Jul 2016 15:41 WIB
Pelatih Manfaatkan Beban untuk Dongkrak Motivasi Ahsan di Olimpiade
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pelaih ganda putra pelatnas PP PBSI, Herry Iman Pierngadi, tak melulu menjadikan target sebagai sebuah beban. Dia justru memanfaatkannya untuk mendongkrak motivasi. Kali ini terhadap target medali emas yang ada di pundak Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Ganda putra memang kembali digadang-gadang untuk mempersembahkan medali emas dari Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Harapan itu ditumpukan kepada pasangan Hendra/Ahsan sebagai satu-satunya ganda putra yang lolos ke Olimpiade yang akan dimulai bulan Agustus ini.

Kedua pemain itu mempunyai pengalaman tampil di Olimpiade. Malah, Hendra mampu menjaga tradisi emas kontingen Merah Putih pada Olimpiade 2008 Beijing. Sementara, Ahsan belum berhasil meraih medali satupun. Saat tampil bersama Bona Septano di Olimpiade 2012 London, mereka terhenti di babak perempatfinal setelah ditumbangkan pasangan Korea Selatan, Lee Yong Dae/Jung Jae Sung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Situasi itu dimanfaatkan sebagai pemantik semangat untukdua pemain tersebut, khususnya Ahsan menjelang Olimpiade 2016. Sebab, bisa jadi Olimpiade Brasil akan akan menjadi peluang terakhir Ahsan untuk merasakan medali emas.

"Saya lebih menekankannya kepada Ahsan, sebab kalau Hendra kan sudah punya medali emas. Saya katakan kepada Ahsan kalau ini kemungkinan besar adalah kesempatan terakhir dia tampil di Olimpiade. Dengan cara itu saya berharap agar dia lebih bergairah melakukan persiapan," kata Herry dalam obrolan dengan detikSport.

"Motivasi itu saya sampaikan di saat-saat tertentu saja, tidak setiap waktu nanti malah bosan. Sejauh ini responnya positif," tutur Herry.
Begitu pula terkait statistik. Penampilan naik turun Hendra/Ahsan belakangan ini belum membuat Herry khawatir. Sebaliknya, dia melihat dari sisi positif hasil-hasil kurang sip tersebut.

"Kalau menang terus di super series saya khawatir nanti malah antiklimaks di Olimpiade. Lagipula, Hendra/Ahsan bisa memanfaatkan kekalahan-kekalahan itu untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan saat tampil di tengah lapangan. Kalau kalah pasti kan ada yang salah kan," tutur Herry.

(fem/roz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads