Bouchard menjadi petenis Kanada yang lolos kualifikasi ke Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Saat awal dia memang mengatakan akan memberikan keputusan berangkat atau tidak ke Olimpiade di menit-menit terakhir jelang pelaksanaan.
Rupanya petenis yang disebut-sebut sebagai The Next Sharapova itu terganggu dengan isu virus Zika dan keamanan di Brasil. Semangatnya untuk tampil di Olimpiade kembali merosot setelah rekan satu negaranya, petenis putra, Milos Raonic, mengumumkan mundur dari Olimpiade dengan dua alasan itu. Sederet petenis lain juga memutuskan untuk tak bermain di Olimpiade, seperti petenis Rumania Simona Halep, petenis Repulik Ceko, Tomas Berdych dan Karolina Pliskova.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya benar-benar sulit untuk mengambil keputusan dan masih melihat seberapa besar pro dan kontranya," kata Bouchard seperti dikutip Dawns.
"Tapi pada hari terakhir, saya tahu hati saya bilang kalau saya tak mungkin duduk di rumah dan menyaksikan pertandingan tenis di Olimpiade lewat TV. Juga dengan perkiraan kalau saya cuma bisa bermain dua atau tiga kali di Olimpiade sepanjang karir saya, saya rasa keputusan untuk berangkat adalah keputusan yang tepat," kata Bouchard yang kini ada di peringkat ke-42 dunia itu.
Bouchard juga sayang untuk melepaskan kesempatan itu karena penampilan di Rio bakal jadi kesempatan pertama dia tampil di Olimpiade.
"Sungguh sulit untuk menentukannya. Apalagi melihat ada banyak orang, makin bertambah lagi yang mundur, seiring makin dekatnya deadline. Buat saya ini Olimpiade pertama saya dan situasi ini sempat memadamkan antusiasme saya ke Olimpiade. Sungguh, situasi seperti itu tak menyenangkan," ucap dia.
(fem/roz)











































