Marcus mengalami cedera saat mengikuti karantina tim Olimpiade 2016 di Kudus, Jawa Tengah, pada pertengahan Juli lalu. Meski tak tampil di Olimpiade, Marcus merupakan bagian dari tim sparring.
Cedera lutut didapat Marcus setelah pemain berusia 25 tahun itu terpeleset saat latihan sehingga terjadi robekan di urat dalam. Dia kemudian langsung dipulangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) di bawah pengawasan dr. Michael Triangto (dokter PBSI) dan konsultan PBSI, dr. Nicolaas Budhiparama SpOT, FICS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rekomendasi kami adalah tindakan konservatif dulu dalam beberapa minggu, penerapan terapi ini dimaksudkan untuk mengurangi pembengkakannya. Sekarang sakitnya sudah hilang, tetapi tidak boleh lepas penyangga dulu, karena sobekannya harus menyambung sempurna. Tetapi Marcus sudah boleh latihan upper body," imbuhnya.
Dengan absennya Marcus yang harus memulihkan cederanya, maka pasangannya, Kevin Sanjaya Sukamuljo, akan berganti partner untuk sementara waktu. Kevin akan dipasangkan dengan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira untuk turnamen Indonesian Masters 2016 pada 6-11 September mendatang.
"Berdasarkan rekomendasi dari dokter, Marcus diminta istirahat sebulan. Kaki yang mengalami cedera tidak boleh dilatih dulu, jadi belum bisa bermain full dalam rentang waktu tersebut," ungkap Herry Iman Pierngadi, Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI.
"Berhubung akan ada Indonesian Masters 2016 di awal September, sepertinya tidak memungkinkan untuk ikut, jadi daripada Kevin tidak tanding sama sekali dan kebetulan Wahyu belum ada pasangan, jadi kami coba dipasangkan," beber Herry.
Marcus/Kevin saat ini menempati peringkat 11 dunia. Di tahun 2016 ini, mereka sudah memenangi dua gelar super series di India dan Australia.
(nds/cas)











































