Pesan Icuk untuk Tommy Sugiarto: Main Nyaman dan Nothing to Lose

Pesan Icuk untuk Tommy Sugiarto: Main Nyaman dan Nothing to Lose

Mercy Raya - Sport
Jumat, 12 Agu 2016 13:39 WIB
Foto: Stanley Chou/Getty Images
Jakarta - Tommy Sugiarto akan melakoni pertandingan pertamanya di Olimpiade 2016 menghadapi pebulutangkis Amerika Serikat, Howard Shu, pada Jumat (12/8/2016) malam. Meski diprediksi bakal mudah, Ayah sekaligus pelatih Tommy Sugiarto, Icuk Sugiarto, berharap anaknya bisa tampil all out dan bermain senyaman mungkin.

Pertandingan antara Tommy dengan Shu akan berlangsung di Riocentro-Pavilion 4, Brasil, pukul 18.00 WIB malam ini. Menilik rangking keduanya di atas kertas Tommy (posisi 9 dunia) jauh lebih diunggulkan daripada Shu yang hanya pemain rangking 67 dunia. Selain akan berhadapan dengan Shu, Di Grup J Tommy juga bakal bertemu pemain asal Kuba, Osleni Guerrero (62 dunia). Laga dengan Osleni akan dilangsungkan Minggu (14/8).

"Pesan saya kepada Tommy main senyaman mungkin dan nothing to lose. Karena bagaimana pun ini multievent empat tahun sekali, sebuah kesempatan untuk bisa memberikan kontribusi terbaik buat Merah Putih," kata Icuk lewat sambungan telepon dengan detikSport.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baik Tommy maupun Icuk memiliki target untuk membawa pulang medali. Namun hal itu tak bakal mudah karena hadangan yang sebenarnya bakal dilewati setelah Tommy melalui babak penyisihan dengan mulus.

Dia sangat mungkin berhadapan dengan Lee Chong Wei (Malaysia) atau Lin Dan (China) di fase selanjutnya. Soal Chong Wei, dia bakal tampil habis-habisan karena Olimpiade ini akan menjadi multievent terakhirnya sebelum pensiun.

Namun kejutan bisa saja terjadi di ajang multievent terakbar ini. Seperti contohnya saat Olimpiade Athena, delapan tahun lalu, Lin Dan yang saat itu tampil sebagai unggulan wahid dipaksa angkat koper di babak satu oleh Ronald Susilo, yang saat itu ia tengah membela Singapura.

Icuk optimistis hal tersebut bakal tercapai apalagi menilik dari persiapan yang dilakukan Tommy selama ini. Selain berlatih di Sukabumi, Tommy juga sempat ditempa di Malaysia untuk mempertajam tekniknya. Masalah adaptasi cuaca, Tommy juga tak perlu khawatir karena sebelumnya ia ikut dalam training camp bersama pebulutangkis lainnya di Sao Paulo selama lebih dari sepekan.

"Pada saat Tommy menyatakan tekadnya menjadi juara itu bukan sekadar nyeblak, tetapi saya mengikuti semua persiapan dia turnamen per turnamen. Saya ikuti perkembangan dia maupun lawan-lawan yang dia hadapi. Jadi saat menjelang keberangkatan, saya bilang, pantas kamu menyatakan itu dan pantas untuk ambil gelar itu," ungkap Icuk lagi.

Namun Icuk juga tak ingin jemawa karena semua bergantung pada keberuntungan dan keberkahan yang maha kuasa. "Semua kembali ke Allah SWT. Ya, sama-sama berdoa saja supaya selalu diberikan kesehatan karena sejago-jagonya kita, sebagus-bagusnya persiapan kita bisa hilang kalau kena cedera atau sakit."

Icuk yang tidak bisa mendampingi ke negeri Samba itu pun terus melakukan komunikasi intens dengan anaknya. "Iya saya mengikuti. Di samping itu, yang hampir setiap hari nelpon adalah dia sendiri. Biasanya nelpon mamanya untuk bertanya hal non teknis, kalau ke saya saat-saat tertentu saja. Ini kan semua pemain akan tegang menghadapi event seperti ini. Tapi sekali lagi buat Tommy, nyamankan hati, buang semua beban yang ada, dan main nothing to lose," tutupnya. (mcy/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads