Tontowi/Liliyana berangkat ke Rio dengan bekal kurang meyakinkan. Kendati masih menjadi penghuni empat besar dunia, Owi/Butet (sapaan karib Tontowi/Liliyana) menunjukkan penampilan yang menurun. Sepanjang tahun 2016 mereka cuma meraih satu gelar juara, dari Malaysia Terbuka Superseries.
Owi dan Butet juga tersendat dalam periode pengumpulan poin olimpiade. Dua faktor itu membuat kepercayaan publik kepada owi/Butet di Brasil menurun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi itu ditanggapi serius oleh orang tua Butet. Mereka memanfaatkan keluarga dekat yang adalah seorang motivator untuk memberikan dorongan mental. Dia adalah Putra Lengkong.
"Saya bicara ke Putra Lengkong, yang kebetulan masih saudara jauh. Karena hasil-hasil setahun terakhir membuat Butet mengalami krisis kepercayaan kepada Owi. Bagaimanapun Butet kan manusia biasa kan. Sampai dia bilang sekarang lawannya jadi tiga, satunya Owi he he he," tutur Beno.
"Putra Lengkong malah bilang, 'Harus saya yang bicara langsung dengan Owi. Saya akan buat dia bisa bangkit saat posisi sudah ketinggalan.' Kemudian saya bilang ke ibu dan ibu bicara ke Owi.
"Setelah pertemuan itu, Owi memberikan respons positif. Owi bilang, 'Kenapa tidak dari dulu?" ucap Beno menirukan Owi.
Kini Beno dan Olie Marramis, istrinya, bisa merayakan sukses putri bungsunya itu. Namun, di sela-sela kegembiraannya itu dia berharap PBSI bisa menelurkan pemain putri ganda campuran yang mumpuni seperti Butet.
"Melihat penampilan bagus Butet saat ini sayang ya kalau Butet pensiun. Kita lihat nanti, biar dia istirahat dulu. Bukan hanya soal Butet tapi juga saya melihat belum ada pemain putri andal lain yang dimiliki PBSI," tutur dia. (fem/din)











































