Empat tahun lalu Indonesia tak kuasa meraih medali emas Olimpiade, menyetop tradisi yang sudah berjalan sejak 1992. Tapi Tontowi/Liliyana di nomor ganda campuran bulutangkis tahun ini berhasil membuat emas kembali disabet.
Selain dari Owi/Butet, sapaan mereka berdua, medali lain di Olimpiade 2016 dipersembahkan lifter Sri Wahyuni Agustiani dan Eko Yuli Irawan yang masing-masing mendapatkan perak. Keempatnya bukan saja dapat sambutan meriah di Tanah Air, hari Selasa (24/8/2016) kemarin sampai hari Rabu (25/8) ini, melainkan juga bertabur bonus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat pantas...sangat pantas. Begitu juga soal bonus, saya pikir berapa pun yang dikasih harus bersyukur," kata Taufik Hidayat, mantan pebulutangkis andalan Indonesia di tunggal putra.
![]() |
Dalam kiprahnya, Taufik juga pernah mempersembahkan medali emas Olimpiade untuk Indonesia, yakni 12 tahun lalu di Athena. Dibandingkan saat itu, sambutan kali ini relatif lebih meriah. Pencapaian semacam itu, menurut Taufik, memang harus diapresiasi sebaik mungkin.
"Tapi memang setiap Olimpiade sambutannya beda, Olimpiade 2004 beda, 2008 juga, sekarang juga meriah. Saya rasa kalau Tokyo 2020 bisa dapat emas lagi kemungkinan sambutannya bakal lebih meriah lagi," ujar Taufik.
detikcom/Ikhwanul Khabibi |
"Bisa main di Olimpiade saja sudah bagus apalagi juara. Sudah begitu ajang ini digelar empat tahun sekali dan di Indonesia ini bukan seperti Amerika Serikat dan China yang mudah meraih medali, jadi kesempatan ini harus dimanfaatkan betul. Kalau tidak sekarang mau menunggu empat tahun lagi? Iya kalau masih bisa main, kalau tidak?
"Tekanannya besar banget. Sama seperti sekarang (Owi/Butet) yang menjadi satu-satunya wakil yang tersisa sedangkan yang lain sudah selesai pertandingan. Tekanannya pasti lebih besar, tapi tekanan itu kalau sudah punya prestasi yang mapan harusnya dijadikan motivasi bukan beban yang akhirnya membuat kemunduran seperti Malaysia dan China kemarin, permainannya beda saat semifinal dan final," bebernya.
Medali emas dari Owi/Butet itu sendiri ditegaskan Taufik harus terus bisa jadi penyemangat dan membakar semangat para juniornya, yang tentu saja harus dipersiapkan sebaik mungkin agar bisa mencapai potensi maksimal--secara khusus di Olimpiade 2020 mendatang.
"Di sektor tunggal putra ada Jonatan Christie, Anthony Ginting dan kawan-kawan, yang seangkatan dialah harusnya. Itulah yang kita persiapkan dulu. Lalu di ganda campuran ada Praveen Jordan mungkin bisa. Tetapi biasanya ganda kan biasanya combine antara yang muda dengan pemain senior, itu mungkin untuk berikutnya. Sedangkan untuk putri, khususnya sektor tunggalnya memang masih belum kelihatan. Kalau ganda putri lumayan-lah," sebut Taufik.
Bicara lebih jauh mengenai tunggal putri, Taufik menyatakan bahwa mencari bibit unggul di sektor itu memang bukan perkara mudah salah satunya karena pola pikir individu yang tidak menjadikan dunia olahraga sebagai tujuan masa depan.
"Makanya dengan adanya apresiasi dari pemerintah seperti ini, dimulai bonus wow, lalu jaminan hari tua, semakin memotivasi mereka untuk mau menjadi atlet. Selama ini kan masih kurang perhatian dari pemerintah tapi sekarang sudah mulai menanjak lah, jadi mudah-mudahan banyak yang mau jadi atlet, khususnya sektor putri," tutur Taufik.
[Baca juga: Lagi, Kemenpora Pastikan Tunjangan Hari Tua untuk Olahragawan Berprestasi]
(mcy/krs)













































detikcom/Ikhwanul Khabibi