Ribuan Anak Ikuti Audisi Bulutangkis, 53 Terjaring Beasiswa PB Djarum

Andi Abdullah Sururi - Sport
Minggu, 04 Sep 2016 17:27 WIB
Foto: dok. PB Djarum
Kudus - Program rutin Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum untuk mencari bibit-bibit muda tahun ini telah rampung. Dari ribuan peserta, terjaring 53 anak yang akan mendapat pelatihan spesial di tempat tersebut.

Bertajuk Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016, ajang pencarian bakat tersebut diselenggarakan di sembilan kota di Indonesia sejak pertengahan Februari, yang diikuti oleh 4.547 peserta.

Babak final audisi berlangsung 2-4 September di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah, diikuti oleh 135 pemain yang merupakan para juara dan pemegang supertiket di audisi umum di masing-masing kota.

Foto: dok. PB Djarum

Foto: dok. PB Djarum

Setelah pertandingan terakhir selesai, Minggu (4/9/2016) siang, diumumkan 53 anak terpilih, yang terdiri dari 23 pemain U-13 putra, 14 pemain U-13 putri, 8 pemain U-15 putra, dan 8 pemain U-15 putri.

"Penentuan peserta yang lolos ke karantina berlangsung a lot. Jumlahnya bertambah dari prediksi awal kami, karena memang ada banyak potensi tahun ini yang cukup baik," ujar manajer tim PB Djarum, Fung Permandi.

Selanjutnya, ke-53 peserta terpilih akan mengikuti tahap terakhir audisi, yakni masa karantina selama sepekan, dari 5 sampai 11 September. Di fase tersebut mereka akan digembleng lebih intens oleh tim pelatih sebelum ditentukan siapa dari mereka yang akan diterima menjadi anak didik PB Djarum.

Sebagai penerima beasiswa, peserta akan mendapatkan berbagai pelatihan dari para pelatih PB Djarum, serta memperoleh setiap fasilitas komplet mulai dari peralatan olahraga, asrama, sampai pemenuhan nutrisi dan gizi berstandar atlet profesional – secara gratis.

"Kami juga memastikan bahwa setiap anak didik kami mendapat kesempatan bertanding dan berkompetisi lebih banyak lagi di berbagai ajang. Ini sangat penting untuk memberikan pengalaman dan membangun mental mereka," tambah Fung.

Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengungkapkan keyakinannya bahwa hasil seleksi Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis ini akan mampu membawa dampak positif terhadap kelestarian prestasi olahraga bulutangkis Indonesia di masa depan. Dengan rangkaian proses audisi yang demikian panjang dan ketat, diharapkan bibit-bibit yang terjaring ini memiliki daya juang yang besar sebagai modal untuk meraih prestasi lebih baik lagi.

"Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis ini adalah bentuk nyata komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk melahirkan atlet-atlet bulutangkis berbakat dan juga menjaga supremasi olahraga bulutangkis Indonesia di masa depan," ungkap Yoppy.

Foto: dok. PB Djarum

Sebelum menghelat final audisi, Djarum Foundation menggelar acara kirab untuk pahlawan Indonesia peraih medali emas Olimpiade 2016, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, yang memang berasal dari PB Djarum. Mereka diarak keliling kota Kudus pada hari Kamis (1/9) lalu, dan mendapat sambutan luar biasa semarak dari ribuan warga. Acara sangat meriah karena juga menghadirkan para pebulutangkis legendaris Indonesia seperti Susy Susanti, Alan Budikusuma, Christian Hadinata, Liem Swie King, Hariyanto Arbi, Rexy Mainaky, Eddy Hartono, Denny Kantono, Antonious Budi, Minarti Timur, dan Maria Kristin.

Djarum Foundation juga menggelontorkan Tontowi dan Liliyana total bonus Rp 5 miliar, yang terdiri dari satu unit rumah senilai Rp 1,5 miliar dan uang tunai Rp 1 miliar.

Foto: dok. PB Djarum
(a2s/mfi)