Setelah hampa gelar bergengsi dan terpuruk di era kepemimpinan Djoko Santoso 2008 hingga 2012, bulutangkis Indonesia seperti menemukan lagi momennya di era Gita.
Sepanjang empat tahun Gita menjabat Ketum PBSI, bulutangkis meraih prestasi gemilang di ajang All England, Kejuaraan Dunia Bulutangkis, dan puncaknya ketika Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir meraih medali emas di Olimpiade 2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wiranto, yang didukung 18 pengprov, berjanji akan menjaga pencapaian hebat yang ditorehkan oleh Gita selama masa kepengurusannya. Wiranto juga berharap dia bisa mendapat prestasi yang lebih 'wah' lagi.
Turnamen terdekat di era Wiranto nanti adalah Piala Sudirman yang dihelat di Gold Coast, Australia pada Januari 2017.
"Malam ini saya merasakan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Ada rasa bangga dan haru. Bangga saya bisa masuk komunitas olahraga yang saya cintai yaitu bulutangkis, ada suasana keakraban kekeluargaan yang luar biasa di sini," ujar Wiranto dalam sambutannya usai terpilih sebagai Ketum PBSI yang baru.
"Saya sangat mengapresiasi pak Gita dan menghormati sikap, harapan, penghormatan dan pengorbanan pak Gita. Ini adalah tambahan semangat bagi saya untuk tidak menyia-nyiakan peluang ini, untuk membangun bulutangkis Indonesia untuk jaya di masa datang," sambungnya.
"Saya terharu, karena ada suatu sikap yang sangat demokratis, sikap yang didasarkan pada kepentingan bersama untuk tidak mengutamakan perselisihan. Ini semua ditunjukkan oleh pak Gita," tutupnya dalam rilis yang diterima detikSport.
(fem/mrp)











































