Tahun 2016 menjadi tahun yang berat bagi Federer. Cedera lutut dan punggung mengganggu penampilannya.
Berulang kali absen, peringkat dunia Federer pun merosot. Kini dia ada di urutan 16 dunia. Dia melanjutkan tahun tanpa gelar juara grand slam, sebagai tahun keempat beruntunnya tanpa titel grand slam. Gelar terakhir didapatkan di Wimbledon 2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mimpi saya adalah untuk memenangi turnamen grand slam lagi dan kembali ke puncak peringkat. Tapi, kalau ada yang bertanya apakah saya akan terus bermain di 2018, saya berharap masih bisa," kata Federer seperti dikutip Tennis World USA.
"Yang penting saya harus bisa memastikan mampu bermain lebih dari satu turnamen. Jika setelah tiga pertandingan tidak ada peningkatan hasil maka saya akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada diri sendiri. Pokoknya Desember nanti, saya harus lebih kuat daripada sebelumnya," ucap dia.
Kini dia berfokus menjalani pemulihan cedera lutut. Proses penyembuhan cederanya sesuai jadwal.
"Kondisi lutut saya masih pasang surut, tapi tak mengkhawatirkan kok. Selama lima pekan terakhir ada perbaikan dan saya masih memiliki waktu 70 hari untuk bersiap-siap. Itu cukup panjang karena biasanya seorang atlet cuma punya waktu kurang dari 30 hari untuk pulih.
"Saya mulai memasuki fase rehabilitasi dengan latihan yang lebih spesifik bersama Pierre Paganini, pelatih kebugaran saya, dan mulai berlatih tenis. Ini adalah fase yang sangat menarik. Saya anggap ini latihan setelah menjalani liburan dan akan masuk awal musim.
"Mungkin orang mengira saya tak lagi banyak latihan dan lebih sering mengunjungi tempat-tempat wisata untuk treking. Saya memang tidak terlalu banyak pamer foto-foto atau video latihan," tutur dia.
(fem/rin)











































