Murray resmi menggeser Novak Djokovic dari peringkat satu dunia di awal pekan ini. Tapi, Djokovic yang turun ke posisi kedua pun tak terpaut terlalu jauh.
Maka ATP World Tour Finals yang akan digelar pada 13-20 November ini akan jadi ujian bagi Murray untuk mempertahankan takhtanya. Djokovic sendiri masih punya kans untuk merebut kembali predikat petenis putra terbaik dunia dari tangan Murray.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini akan jadi partisipasi kedelapan Murray di ATP World Tour Finals. Dalam tujuh penampilan sebelumnya, pencapaian terbaik petenis asal Skotlandia itu adalah babak semifinal pada 2008, 2010, 2012.
Dalam dua tahun terakhir, Murray gagal lolos dari babak grup. Tapi, dengan tren positif di tahun 2016 ini -- Murray tengah dalam laju 19 kemenangan beruntun -- dia berharap bisa mendapat hasil akhir yang berbeda.
"Ini sudah menjadi tahun yang luar biasa dan saya ingin finis sebaik yang saya bisa. Saya tak terlalu berpikir soal finis sebagai peringkat satu dunia. Saya cuma ingin bermain baik di The O2. Saya tidak selalu bermain baik di sana dan saya ingin akurat dalam mewakili diri saya sendiri," ujar Murray di situs resmi ATP.
"Mungkin tahun ini akan berbeda dari yang terakhir. Saya selalu pergi ke London mencoba untuk tampil bagus, dan itu tidak pernah terjadi kepada saya tapi saya mengalami beberapa kekalahan yang sulit."
"Melawan Rafa (Nadal) di semifinal satu kali, dan satu tahun (2014) saya benar0benar mencoba untuk mengejar poin untuk masuk ke sana dan saya mungkin terlalu berlebihan dalam melakukannya. Saya menantikan ini," katanya.
Murray tergabung di Grup John McEnroe bersama Stan Wawrinka, Marin Cilic, dan Kei Nishikori. Murray akan mengawali langkahnya dengan menghadapi Cilic, Senin (14/11).
(nds/mfi)











































