Dalam ajang yang tuntas pada akhir pekan tersebut Indonesia meraih dua titel dari nomor ganda putra lewat Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan ganda campuran melalui Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Tuan rumah China malah tak kebagian gelar juara.
"Di super series di China kita mendapatkan tambahan medali emas, China sendiri zero. Artinya Super Series di China itu ketat tapi kita berhasil mendapat (tambahan juara) satu ganda putra, juga ganda campuran yang masih juara," ucap Wiranto di kantor di Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (24/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu tidak dalam waktu singkat kita menyiapkan pemain, kecuali yang telah tergelar di lapangan tidak mungkin kita mencari pemain baru yang belum kita latih kemudian juara, itu butuh waktu," ujarnya.
"Kegiatan yang kita lakukan adalah mencoba untuk mengandalkan pemain yang sekarang ada, yang masih kita bisa poles dengan tim pelatih yang lebih intens. Beberapa pemain dalam pengamatan saya bisa kita dorong untuk mendominasi tunggal putra, namun nanti saya kira akan jelaskan saat organisasi terbentuk," beber Wiranto yang juga menjabat sebagai menkopolhukam tersebut.
Pada awal bulan ini Wiranto terpilih untuk menggantikan Gita Wirjawan sebagai ketum PBSI selama empat tahun ke depan, 2016-2020. Ia masih melakukan penyusunan kabinet kerjanya di PBSI.
(krs/din)











































