Ini Kriteria yang Digunakan Ketum PBSI dalam Menyusun Kepengurusan 2016-2020

Ini Kriteria yang Digunakan Ketum PBSI dalam Menyusun Kepengurusan 2016-2020

Mercy Raya - Sport
Minggu, 04 Des 2016 20:40 WIB
Ini Kriteria yang Digunakan Ketum PBSI dalam Menyusun Kepengurusan 2016-2020
Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom
Jakarta - Kepengurusan PP PBSI masa kerja 2016-2020 telah diumumkan. Ada nama yang muncul dan raib, ada pula yang berganti posisi. Ketum PBSI Wiranto menjelaskannya.

Perubahan posisi itu sendiri salah satunya terjadi pada posisi kepala bidang pembinaan prestasi, yang sebelumnya ditempati Rexy Mainaky. Kini posisi itu dijabat Susy Susanti yang sebelumnya jadi staf ahli pembina dan prestasi.

Ditanya apakah pemilihan kepengurusan tersebut, termasuk untuk posisi kabidbinpres, ia lakukan dengan menggunakan uji kelayakan dan kepatutan, Ketum PBSI menjawab tidak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika memilih panglima TNI, Kapolri, boleh saja pakai itu tapi untuk pengurus PBSI kami tidak perlu melakukan itu," kata Wiranto di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Minggu (4/12/2016).

Menurut Ketum PBSI, pihaknya hanya melakukan kajian pengalaman per pengalaman. Dia juga melakukan kroscek mengenai tokoh yang bersangkutan.

"Lagipula jika (di kemudian hari) tidak beres tinggal mundur dan cari yang baru. Jangan susah-susah dan jangan bikin repot sendiri. Kami juga sudah yakin karena satu persatu sudah kami tanya. Kami juga tidak perlu pakta integritas (pernyataan tentang komitmen melaksanakan seluruh tugas, fungsi, tanggung jawab, wewenang dan peran sesuai dengan peraturan perundang-undangan). Kami sudah langsung dari hati ke hati dan sudah kenal bahwa mereka akan bekerja secara bersungguh-sungguh," bebernya.


(mcy/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads