"Ini menjadi program kami setahun ke depan. Harapannya tentu para pemain bisa lebih siap lagi dan kami harap prestasi tidak hanya di beberapa sektor saja. Tetapi di semua sektor merata untuk memberikan prestasi," kata Susy, di Hotel Century, Senayan, Minggu (4/12/2016).
Namun disadari Susy dengan waktu yang pendek dan dengan level kejuaraan yang tinggi tentu dirinya tidak ingin coba-coba. Tak ayal, pemain-pemain senior tetap menjadi andalan sampai tahun depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu untuk di Piala Sudirman tentunya pemain yang turun harus yang terbaik. Artinya yang kurang -kurang perlu dimaksimalkan dari sisa waktu yang ada. Khususnya di tunggal putra dan putri. Itu yang perlu harus digenjot. Paling tidak kasih perlawanan lah. Mungkin contohnya negara Inggris, Skotlandia, Thailand, paling tidak bisa menang lah. Jangan sampai itu jadi kelemahan kita banget loh,"
Selain itu, Susy merinci, pendisplinan pemain dan pola pikir yang harus diubah juga menjadi bentuk percepataan yang akan Kabidbinpres lakukan. "Seperti tunggal putri harus ada perubahan yang betul-betul total. Seperti pendisiplinan, perubahan pola pikir, fisik pemain dan pematangan pemain. Yang saya lihat pemain-pemain kita ini belum matang. Makanya, program pelatihan tekniknya pun harus diubah."
Di samping atlet, Susy juga menyoroti pelatih pelatnas yang juga harus memahami karakter pelatihan dari setiap pemain. "Mungkin contoh seperti Linda Wenifanetri. Dia punya pukulan kencang tapi dia dari segi kelincahan, fighting spirit, dan mindset-nya kurang. Dia pernah semifinal Kejuaraan Dunia. Tentunya secara kemampuan dia punya kan. Jadi jangan cuma dipoles tetapi mindsetnya harus diubah juga."
"Jadi dari dianya pun jangan dipaksa-paksa dulu dan pelatih harus punya program yang beda per anak. Supaya si atlet juga bisa memahami keadaan dan tahu standar dia di mana,"
"Sekarang Carolina Marin aja misalnya, dia tahu standardnya di mana, tapi pemain kita tidak tahu, mau main seperti apa saat lawan siapa. Saya lihat ini karena kebiasaan, pemain harus sadar akan hal itu jadi dari sini yang paling penting mindset itu yang harus diperhatikan," tukasnya. (mcy/din)











































