Federer, 35 tahun, telah mengumpulkan 17 gelar Grand Slam, rekor terbanyak. Namun, terakhir kali dia mengangkat trofi tersebut saat menjuarai Wimbledon 2012, alias empat tahun yang lalu.
Sementara di sepanjang 2016, maestro tenis asal Swiss ini lebih banyak berkutat dengan cedera. Federer bahkan sudah terpaksa menuntaskan musim ini sejak pertengahan tahun untuk fokus menyembuhkan cederanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dia tidak memenangi sebuah grand slam, apakah dia kesulitan?," ujar Rafter kepada CNN Sport. "Karena apa target dia? Menjadi petenis nomor 5 dunia? Saya kok ragu."
"Saya pikir dia secara realitastis masih bisa memenangi satu grand slam lagi. Mungkin dia bisa. Jangan pernah mencoret seorang juara," tandas pria yang pernah dua kali menjuarai AS Terbuka ini.
Selain itu, Rafter memiliki pandang yang berbeda terhadap dua rival Federer: Novak Djokovic dan Andy Murray. Menurut dia, Djokovic akan bisa bangkit lagi sementara Murray diragukan mampu mengatasi tekanan menjadi petenis nomor satu.
"Djokovic akan menjalani paruh musim yang baik lagi dan memenangi beberapa gelar Grand Slam," sambung Rafter.
"Murray? Akankah dia mampu mengamankan posisinya? Saya tidak tahu," ungkap pria Australia yang kini berusia 43 tahun itu. (rin/raw)











































