Cedera sudah memaksa petenis Swiss berusia 35 tahun tersebut harus absen dari tenis kompetitif pada paruh kedua musim 2016. Federer setidaknya absen di Olimpiade, AS Terbuka, dan sejumlah turnamen-turnamen ATP Masters.
Federer sendiri terus memantapkan kesiapan untuk bisa kembali tampil pada musim 2017 mendatang. Bukan cuma sekadar bisa tampil lagi, ia juga membidik titel grand slam ke-18.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya merasa sangat positif dengan tim saya untuk berusaha menjuarai grand slam lagi dan memenangi partai-partai sulit, dan secara fisik mempersiapkan diri untuk semifinal atau final grand slam yang akan datang. Saya sudah pernah nyaris melakukannya tapi Novak (Djokovic) ketika itu sedang punya laju bagus dan sulit buat siapa saja untuk mengunggulinya.
"Jadi tergantung kami untuk membuat sesuatu yang berbeda dan rencana mengalahan Novak, dan Andy (Murray) sudah sedikit memperlihatkan hal tersebut dan memberi keyakinan kepada para pemain lain bahwa masih ada peluang menjuarai grand slam," sebutnya.
Di dunia tenis putra tak ada yang melampaui 17 titel grand slam Federer. Tapi sejak menjuarai Wimbledon 2012, ia tak kunjung bisa menambah koleksinya. Federer sebenarnya sempat tiga kali ke final grand slam tapi kalah dari Djokovic di ketiga partai tersebut.
(krs/fem)











































