Cedera Tak Kunjung Henti yang Membuat Ivanovic Menyerah Kalah

Cedera Tak Kunjung Henti yang Membuat Ivanovic Menyerah Kalah

Femi Diah - Sport
Kamis, 29 Des 2016 19:17 WIB
Cedera Tak Kunjung Henti yang Membuat Ivanovic Menyerah Kalah
Foto: Julian Finney/Getty Images
Jakarta - Ana Ivanovic tak kuat lagi memaksa tubuhnya tampil dalam performa terbaik hingga memutuskan pensiun. Belitan cedera terus-menerus menghampiri dia.

Cedera memang menjadi momok paling mengerikan bagi seorang atlet. Termasuk bagi Ivanovic. Bukan cuma sekali, istri Bastian Schweinsteiger itu sudah sangat akrab dan berulang kali harus menyerah dari cedera. Sebelumnya, dia mampu bangkit lagi setelah kejatuhan itu. Tapi, kali ini petenis Serbia itu sudah tak mampu lagi.

Ivanovic harus menutup musim 2016 lebih awal. Cedera pergelangan tangannya kambuh saat tampil di Amerika Serikat Terbuka bulan September tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cedera itu bukan satu-satunya cedera yang didapatkan Ivanovic 2016 ini. Di awal tahun dia juga hampir menjalani operasi retak di tulang kaki.

"Saya juga sudah menunda operasi di kaki saya, yang retak di Australia Terbuka bulan Januari tahun lalu. Ini adalah sesuatu yang harus saya rawat baik-baik dalam beberapa pekan ke depan," tutur Ivanovic.

Dalam perjalanannya, Ivanovic malah memutuskan pensiun dari tenis profesional pada 29 Desember 2016. Dia menyadari sudah tak sanggup lagi bersaing dalam level elite.

Baca Juga: Ana Ivanovic Pensiun

Sejatinya cedera bukan barang baru bagi Ivanovic. Dia mulai dibekap cedera serius hingga harus mundur dari turnamen sejak tahun 2007, empat tahun setelah memulai karier sebagai petenis profesional.

Waktu itu, Ivanovic dibekap cedera lutut hingga harus WO dari Fed Cup. Dalam pertandingan itu, timnas Serbia menghadapi Slovakia.

Cedera Tak Kunjung Henti yang Menggoda Ana IvanovicFoto: Harry How/Getty Images
Lebih menyakitkan buat Ivanovic ketika dia gagal tampil di Olimpiade 2008 Beijing di bulan Agustus. Petenis kelahiran Belgrade 6 November 1987 itu dibekap cedera ibu jari. Ivanovic mengenang momen tersebut sebagai masa terburuk dalam kariernya. Padahal dia memiliki bekal cukup meyakinkan usai menjadi juara Grand Slam Prancis terbuka dan jadi nomor satu dunia.

Cedera lain didapatkan Ivanovic di Toray Pan Pasific Terbuka di Tokyo di bulan September. Dia menyerah dari cedera punggung. Tak berselang lama dia kena infeksi saluran pernapasan dan butuh istirahat sampai akhir tahun. Masa itu tercatat sebagai periode paling buruk setelah menjadi petenis profesional.

Penampilannya yang naik turun membuat Ivanovic mengalami periode sulit di tahun 2009. Puncaknya ketika Ivanovic tersingkir di babak pertama Amerika Serikat Terbuka. Kritikan pun mengalir kepada. Salah satunya datang dari mantan petenis Pat Cash. Dia bilang Ivanovic telah kehilangan kepercayaan diri dan terlalu banyak bikin analisis di tengah lapangan.

Memasuki tahun 2010, Ivanovic bisa kembali ke peringkat 20 besar. Tapi, performanya tak konsisten. Lagi-lagi karena cedera. Ivanovic dipaksa menyerah karena cedera kaki saat tampil di babak semifinal Cincinnati Terbuka

Ivanovic kembali menjalani laju yang inkonsisten di tahun 2011. Cedera lama kambuh saat dia turun pada beberapa turnamen, ditambah cedera otot perut. Menjelang akhir tahun, pada China Terbuka, Ivanovic kembali terkena cedera punggung.

Cedera kembali menjadi penghalang Ivanovic saat tampil di Dubai Terbuka 2015. Ivanovic kalah dari cedera jari kaki.

Hingga puncak cedera dialami Ivanovic pada Amerika Serikat Terbuka tahun ini. Ivanovic menyerah dan memutuskan untuk menyudahi karier tenisnya dinihari WIB tadi.

(fem/nds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads