Setelah mengantongi enam titel juara di paruh musim pertama, termasuk gelar Australia Terbuka dan Prancis Terbuka Djokovic menurun di musim panas. Mantan petenis nomor satu dunia itu hanya mampu meraih satu gelar juara di Rogers Cup, dan tersingkir di babak awal Wimbledon serta Olimpiade.
Djokovic juga dipaksa mengakui ketangguhan Stan Wawrinka di final AS Terbuka, lalu tumbang di tangan Andy Murray pada final turnamen tutup tahun ATP World Tour Finals. Di laga yang terakhir itu, petenis Serbia tersebut harus merelakan status petenis nomor wahid kepada Murray.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Baca Juga: Djokovic Berpisah dengan Boris Becker]
"Kupikir enam bulan terakhir, enam bulan kedua di 2016 bukanlah sebuah kegagalan atau apapun sejenisnya," kata Djokovic, yang dilansir Independent. "Hal itu tidak ada dalam mindset-ku."
"Kurasa, di dalam filosofi hidupku, untuk mengamati banyak hal seperti ini -- di mana aku tidak sukses, aku gagal, aku jatuh atau sesuatu seperti itu, aku hanya merasa bahwa setiap pengalaman adalah sebuah hikmah," lugas dia.
Djokovic akan memulai musim 2017 dengan tampil di Qatar Terbuka yang dimulai hari ini (2/1). Dia akan memperbarui rivalitasnya dengan Murray, yang diunggulkan di tempat pertama.
(rin/din)










































