Susy yang kini menjabat sebagai ketua bidang pembinaan dan prestasi PP PBSI memiliki wewenang cukup besar untuk menunjuk barisan pelatih pelatnas Cipayung. Sejak memegang jabatan pada kepengurusan PP PBSI 2016-2020, Susy segera mencari sosok-sosok yang dinilai tepat untuk memngisi slot pelatih.
Kepala pelatih empat sektor dipertahankan, namun beberapa asisten diganti. Perubahan besar-besaram dibuat di sektor tunggal putri oleh Susy. Pengumuman pelatih dilaukan di Pelatnas Cipayung, Rabu (4/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam menentukan pelatih, Susy tak bekerja sendirian. Dia mengajak bicara pengurus, tim formatur, klub dan staf PBSI.
Susy kemudian memimnta curriculum vitae seluruh pelatih, bahkan mereka yang sudah menangani pelatnas. Istri Alan Budikusuma itu melakukan wawancara secara langsung dengan nama-nama yang dinominasikannya.
"Saya banyak mendapat masukan dari klub, lalu formatur, staf ahli, kemudian pengurus-pengurus juga. Saya biasakan dengan nominasi. Misalnya, ganda putra siapa saja, lalu minta CV juga. Saya juga membuat standarisasi untuk perekrutan pelatih siapa saja sih, attitude-nya bagaimana, disiplin dia, kerja keras, lalu programnya seperti apa," kata Susy.
"Jadi selain CV saya juga wawancara langsung dengan pelatih-pelatih yang menjadi nominasi. Di sana saya ingin melihat seperti apa programnya, seperti lowongan kerjalah. Saya tanya langsung baru memutuskan.
"Saya ingin tahu dulu, saya dengar masukan seperti apa. Lalu lihat attitudenya, pelatih ini kan seperti pembimbing, orangtua, teman juga, jadi kalau attitudenya bagus akan diikuti. Jadi dengan wawancara, bertemu, akan terlihat semua," kata dia kemudian.
Susy optimistis pelatih-pelatih pelatnas mampu mendongkrak prestasi bulutangkis Indonesia.
"Yakin, ya harus yakin dong. Saya sudah memberi kepercayaan dan mereka sudah berkomitmen," ucap dia.
(mcy/fem)











































