Satu-satunya kursi pelatih yang belum terisi ada pada tunggal putri. Saat melakukan pengumuman pelatih, Rabu (4/1/2017), PP PBSI baru menyebut asisten pelatihnya yang diisi Minarti Timur.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP PBSI, Susy, mengakui butuh waktu lebih panjang untuk menentukan sosok yang tepat sebagai arsitek sektor tersebut. Bukan karena tak ada stok pelatih yang mumpuni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prestasi tunggal putri belum menonjol, jadi harus ada perbaikan. Kami, bukan hanya saya, melihat banyak pertimbangan dan memutuskan. Kemudian, saya melihat prestasi para pelatih itu, juga bagaimana mereka memberikan program kepada atlet agar bisa mencapai perbaikan atau mendapatkan prestasi lebih," kata Susy.
"Tapi kalau dibilang susah banget, tidak ya. Saya lebih hati-hati dalam menentukannya. Tentu saya mau pelatih yang menangani tunggal putri nanti mempunyai pengalaman serta punya tanggung jawab untuk bisa menjadikan sektor ini lebih baik. Publik selalu menanyakan kelompok putri bagaimana. Tentu ini jadi sorotan tersendiri buat saya," ucap dia.
[Baca Juga: Minarti Timur Sadari Tugas Super Berat Tangani Tunggal Putri]
Sikap kehati-hatian itu tak hanya diterapkan dalam memilih kepala pelatih tunggal putri. Tapi sekaligus deretan pelatih lainnya. Susy meminta curriculum vitae, melakukan wawancara, dan mempertimbangkan saran pengurus klub, tim formatur, dan staf di PBSI.
"Sebagai gambaran, saat saya memilih Minarti Timur sebagai asisten pelatih, saya melihat kalau dia mempunyai pengalaman bagus di Filipina. Kemudian menangani Djarum, meski belum lama, enam bulan, tetapi dia sudah menjadikan beberapa atlet juara. Salah satunya Kejurnas, Indonesia Master. Jadi saya melihat dari prestasi oke, jadi untuk tunggal putri dia mempresentasikan seperti apa," tutur Susy.
[Baca Juga: Inilah Susunan Pelatih Pelatnas PBSI 2017]
"Begitu pula untuk Jeffer Rosobin (pelatih sektor tunggal putri pratama). Dia sudah pernah melatih di Jepang dan Malaysia, jadi dia tahu kekuatan putri-putri di negara lain," ungkap ibu tiga anak itu.
"Jadi pas saya wawancara memang mereka punya misi dan visi yang menurut saya harusnya tunggal putri seperti itu. Mereka ingin ada perubahan sehingga saya berani memberi kepercayaaan dari mereka," ucap Susy.
"Saya melihat komitmen dari pelatih-pelatih ini dan mereka punya program yang baik serta attitude yang baik. Saya lihat tim ini bisa diberi kepercayaan," tambah dia lagi.
Tanpa kepala pelatih, sektor tunggal putri untuk sementara akan ditangani oleh Minarti, Jeffer, dan Herli Djaenudin.
(mcy/fem)











































