Djokovic melewati paruh kedua tahun 2016 dengan buruk. Tersingkir di babak ketiga Wimbledon, Djokovic kemudian terhenti di babak pertama Olimpiade dan kalah dari Stan Wawrinka di final Amerika Serikat Terbuka. Pada akhirnya, Djokovic kehilangan predikat sebagai petenis nomor satu dunia.
Menyambut Grand Slam pertama, Australia Terbuka, yang akan bergulir mulai Senin (16/1) depan, Djokovic merasa dalam kondisi yang sangat baik. Dia bertekad untuk mempertahankan gelarnya sekaligus meraih titel nomor tujuh. Djokovic sudah enam kali juara di Australia Terbuka, termasuk dalam dua tahun terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun ini di 2017 untuk tujuh, tujuh -- saya tidak tahu, saya bukan ahli dalam angka, tapi itu terdengar bagus."
Djokovic juga antusias menyambut kembali rivalitasnya dengan Andy Murray yang di akhir 2016 lalu merebut takhta peringkat satu dunia dari tangannya. Di awal tahun ini, keduanya sudah berduel di final Qatar Terbuka yang dimenangi Djokovic lewat pertarungan sengit sepanjang tiga set dengan skor 6-3, 5-7, 6-4.
"Andy jelas pantas ada di nomor satu dunia. Dia sudah melewati enam bulan yang luar biasa pada 2016 dan tahun ini kami sudah memainkan pertandingan yang menegangkan," lanjut Djokovic.
"Soal perasaan saya datang ke Melbourne, lima atau enam tahun terakhir nyaris sama. Saya bersemangat untuk main bagus tapi tentu saya bukan satu-satunya yang bersemangat, tapi kembali ke sini membuat saya merinding," imbuhnya.
(nds/mfi)










































