Bulan lalu pelatih nasional Richard Mainaky merombak susunan pemain di sektor ganda campuran. Liliyana diparkir di pelatnas dan hanya diturunkan untuk kejuaraan besar. Sementara Tontowi disandingkan dengan Gloria Emanuelle Widjaja dengan alasan regenerasi.
Perubahan komposisi ini dinilai Liliyana punya sisi positif karena sektor ganda campuran bisa mengalami regenerasi. Meski diakui, hal itu tidak akan mudah bagi Tontowi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, sekarang dia berpartner dengan yang lebih muda jadi harus lebih kerja keras dan bawa yang lebih muda. Ya, dia banyak sharing lah dengan saya," sambungnya.
Apa yang dialami Tontowi saat ini bersama Gloria memang berbeda tatkala pertama kali dirinya berpasangan dengan Liliyana pada enam tahun silam. Di mana Tontowi langsung mengecap manisnya kemenangan. Saat itu, Richard yang sedang memberikan tes kepada Tontowi berhasil membuktikan jika dirinya pantas berpasangan dengan Liliyana.
Pada saat di Makau Grand Prix Gold, Tontowi/Liliyana berhasil menyabet gelar juara. Mereka mengalahkan Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa, 21-14, 21-18. Sejak itu, mereka pun selalu dipasangkan, kendati tidak seluruh turnamen dan kejuaraan yang mereka ikut mendapat hasil sempurna.
"Tapi kan tidak semuanya bisa berjalan semulus itu. Kita lihatlah hasil di Malaysia belum bisa juara, jadi butuh proses karena beda partner beda karakter sehingga dia harus jadi leader, dia harus mengemong yang muda. Itu jadi tugas yang berbeda dengan waktu berpartner dengan saya, dan ketika berpartner dengan Gloria. Semua itu butuh beberapa tahun, butuh kalah-kalah dulu. Itu yang harus disiapkan Tontowi," papar Liliyana.
"Jangan berpikir saya waktu sama Liliyana bisa langsung juara, lantas disamakan semua. Sebab, tidak semua orang atau pasangan bisa seperti itu. Jadi harus tekun, kerja keras, dan berproses lah," tutup Liliyana.
(mcy/mrp)











































