Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga PBSI Susy Susanti mengatakan hasil di Malaysia itu menjadi awalan yang bagus untuk sektor tunggal putri untuk pertandingan selanjutnya.
"Tunggal putri progress-nya sudah mulai terlihat, ya, sedikit demi sedikit," kata Susy di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Jakarta Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dinar bahkan mampu mengalahkan unggulan tiga asal Spanyol Beatriz Corrales. Walaupun hanya sampai babak itu tetapi paling tidak sudah ada kemajuan," tuturnya.
Susy juga mengapresiasi hasil sementara yang ditorehkan tiga tunggal putri Indonesia di Syed Modi International Badminton Championship, India, yang saat ini masih berlangsung. Untuk diketahui, Hanna Ramadini sudah mengamankan satu tempat di semifinal usai mengalahkan wakil tuan rumah, Sri Krishna Priya Kudaravalli 21-17, 21-15. Sementara dua wakil Indonesia lainnya, Fitriani dan Gregoria Mariska, masih berjuang untuk mengamankan posisi di semifinal.
"Bisa dlihat di India juga pemain putri kita sudah mulai kelihatan kemajuannya. Meskipun ada satu yang tidak diuntungkan karena Gregoria harus berhadapan dengan Dinar Dyah A. di babak perempatfinal, tetapi minimal kita ada wakil lah," lanjut Susy.
"Kelihatan dari segi pola pikir mereka juga sudah mulai berubah. Tidak gampang menyerah. Mereka sudah mulai termindset targetnya sendiri. Kita tinggal membantu dengan terus mengingatkan mereka," bebernya.
Susy Susanti optimistis jika terus konsisten dalam setiap pertandingan maka tunggal putri bisa menembus rangking 20 besar dunia pada tahun ini.
"Kalau konsisten perfoma mereka dan grafiknya bagus terus saya pkir akhir tahun target mereka bisa tercapai di 20 besar. Saya optimistis karena ini tinggal dijaga saja," sebut legenda bulutangkis Indonesia itu.
(mcy/krs)











































