DetikSport
Sabtu 28 Jan 2017, 08:24 WIB

Akan Ada Pergeseran Level Turnamen Bulutangkis Internasional

Meylan Fredy Ismawan - detikSport
Akan Ada Pergeseran Level Turnamen Bulutangkis Internasional Foto: Warren Little/Getty Images for Falcon
Jakarta - Level turnamen bulutangkis internasional akan mengalami pergeseran. Nantinya akan ada turnamen dengan level di atas super series premier, tapi di bawah kejuaraan dunia dan olimpiade.

Dalam rilis PP PBSI yang diterima detikSport, disebutkan bahwa Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) bakal mengumumkan level turnamen internasional terbaru untuk periode 2018-2021. Sebelumnya, BWF menetapkan lima level teratas adalah BWF Tournaments yang terdiri dari olimpiade dan kejuaraan dunia, di level dua ada turnamen super series premier dan super series final, dilanjutkan dengan turnamen super series di level ketiga, serta turnamen grand prix gold dan grand prix masing-masing di level keempat dan kelima.

Mulai tahun depan, susunan tersebut akan mengalami perubahan. Turnamen level super series premier akan turun ke level ketiga. Di level kedua bakal ada satu kategori yang levelnya lebih tinggi dari super series premier. Meskipun nama level turnamen ini belum diumumkan secara resmi oleh BWF, namun banyak kalangan bulutangkis menyebutnya dengan turnamen level premier of premier.

Sebagai sebuah kejuaraan super elite, turnamen premier of premier menetapkan sejumlah kriteria bagi tuan rumah penyelenggaranya. Selain jumlah hadiah prize money minimal satu juta dolar Amerika Serikat, pemilihan tuan rumah juga mempertimbangkan fasilitas dan sarana pertandingan, pelayanan panitia pelaksana kepada negara peserta, pemilihan hotel, dan masih banyak lagi.

"Saat ini masih diadakan bidding, negara mana yang akan berhak untuk menjadi penyelenggara turnamen level dua ini. Kemungkinan hasil bidding akan diumumkan Maret 2017. Nantinya akan ada tiga negara yang berhak menjadi penyelenggara turnamen level kedua," ujar Bambang Roedyanto, Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI.

"Indonesia tentunya juga mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah kejuaraan level dua ini. Dari segi jumlah prize money, kita sudah memenuhi syarat, di mana bahkan mulai tahun ini turnamen super series premier kita menawarkan hadiah sebesar satu juta dolar AS," tambah pria yang akrab disapa Rudy itu.

"Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia Open Super Series Premier juga menjadi salah satu turnamen percontohan bagi negara-negara lain dan kita mendapat pengakuan dari BWF, di mana kita berhasil menggabungkan sport dan entertainment," sambung Rudy.

Selain menawarkan hadiah yang lebih besar, kejuaraan level dua ini nantinya juga memiliki poin yang lebih tinggi. Tentunya hal ini sangat menarik, terutama bagi pemain-pemain elite. Di level super series premier, pemain dengan peringkat 10 besar dunia wajib untuk hadir. Lalu bagaimana di level premier of premier?

"Kita tunggu saja hasil bidding, nanti akan dijelaskan juga ketentuan turnamennya, seperti jumlah poin, siapa yang wajib hadir, jadwal pertandingan, dan sebagainya. Yang pasti, persaingan akan lebih ketat di level ini," jawab Rudy kepada Badmintonindonesia.org.

Bertambahnya level turnamen papan atas tentunya menjadi tantangan bagi atlet dan pembinaan bulutangkis di tiap negara, termasuk Indonesia. PP PBSI bakal mempersiapkan strategi dan pengaturan pengiriman pemain, bagaimana caranya mereka bisa mengejar poin dan mendongkrak rangking, namun peak performance di tiap turnamen tetap terjaga.

Saat ini saja dalam setahun pemain-pemain top setidaknya wajib mengikuti lima turnamen super series premier, super series final, serta kejuaraan kontinental seperti kejuaraan Asia, Eropa, dan sebagainya.

Belum lagi kejuaraan-kejuaraan yang sudah pasti diincar pemain-pemain elite seperti olimpiade dan kejuaraan dunia. Mereka juga tentunya juga punya kewajiban untuk turun membela negara masing-masing di kejuaraan beregu Piala Sudirman, Piala Thomas, serta Piala Uber. Jumlah ini biasanya bertambah jika si pemain sedang diprogramkan mencapai target rangking tertentu, demi tiket olimpiade, misalnya.

Berikut rencana susunan level turnamen internasional bulutangkis periode 2018-2021 :

Level 1 : olimpiade, kejuaraan dunia, final super series
Level 2 : nama kejuaraan masih dalam proses penetapan – tiga negara penyelenggara (prize money minimal satu juta dolar AS)
Level 3 : super series premier – lima negara penyelenggara (prize money minimal 700 ribu dolar AS)
Level 4 : super series – tujuh negara penyelenggara (prize money minimal 250 ribu dolar AS)
Level 5 : grand prix gold (prize money minimal 150 ribu dolar AS)


(mfi/mfi)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed