Australia 2017 menyajikan laga klasik. Pertemuan Nadal dan Federer di partai puncak Rod Laver Arena, Minggu (29/1/2017) bahkan memunculkan candaan, "Benarkah ini final grand slam tahun 2017?"
Dalam babak final itu, Federer keluar sebagai juara. Dia mengalahkan Nadal (Spanyol) lewat laga sengit 6-4, 3-6, 6-1, 3-6, 6-3 dalam durasi tiga jam dan 37 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ya, bagi Federer gelar itu menjadi gelar yang didapatkan dia lagi sejak sejak menjadi juara Wimbledon 2012. Seperti juga Nadal mereka tampil tak sebagai unggulan. Nadal, 30 tahun, tampil sebagai unggulan kesembilan. Federer, 35 tahun, malah unggulan 17.
Sudah begitu, keduanya juga menjalani musim lalu dengan tak maksimal. Mereka menjalani pemulihan cedera.
"Saya kehabisan kata-kata dan Rafa mengatakan hal-hal yang keren. Saya mengucapkan selamat kepada Rafa dan atas comeback-nya dia," kata Federer seperti dikutip BBC.
"Saya rasa tak satupun dari kami yang menyangka bakal melaju ke babak final di Australia Terbuka ini dengan melihat kondisi kami lima bulan lalu. Dan sekarang kami berdiri di sini. Saya gembira atas pencapaian Rafa. Kalaupun saya yang kalah saya akan tetap gembira. Dia comeback dengan amat sempurna.
"Tenis adalah olahraga yang berat. Tidak ada hasil seri di sini. Kalau bisa, saya akan menerima dengan lapang dada satu malam saja dan berbagi dengan dengan Rafa.
"Semua orang bilang mereka bekerja keras, begitu pula saya. Tapi, saya tidak mengumbarnya. Saya ingin berterima kasih kepada tim saya yang selalu bersama-sama dalam enam bulan terakhir. Saya tak pernah menyangka bisa berada di sini tapi saya mampu melakukannya," tutur dia.
(fem/raw)











































