Federer tampil sebagai unggulan 17 dalam Australia Terbuka 2017. Usianya juga sudah tak lagi muda sebagai seorang atlet, 35 tahun.
Petenis Swiss itu juga sudah cukup lama tak menjadi juara grand slam. Titel terakhir yang didapatkannya adalah dari Wimbeldon 2012 atau lima tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak disangka, Federer melaju ke partai final. Tak ada yang memprediksi pula, dia bakal berjumpa dengan Rafael Nadal pada partai puncak. Serupa dengan Federer, Nadal juga lebih sering 'kalah' dari cedera pergelangan tangan sepanjang musim lalu. Peringkat petenis Spanyol itu juga merosot ke urutan sembilan.
Lewat laga lima set di Rod Laver Arena, Minggu (29/1/2017), Federer memastikan gelar juara. Dia menang atas Nadal dengan skor 6-4, 3-6, 6-1, 3-6, 6-3.
Sebelum berjumpa Nadal, Federer telah mengumbar psywar kalau dia bukanlah petenis tua yang bisa diremehkan. Federer mendapatkan tiket final dengan di antaranya mengalahkan tiga petenis top 10: Tomas Berdych, Kei Nishikori, dan Stan Wawrinka.
Sepanjang laga final, Federer sempat diganggu rasa sakit pada pangkal paha. Namun, dia punya kalimat-kalimat yang terus diucapkannya sepanjang laga seperti sebuah mantra.
"Saya bilang kepada diri saya agar bermain lepas," kata Federer seperti dikutip situs resmi turnamen.
"Saya bilang sayalah yang menguasai bola. Saya tak bermain untuk mengalahkan lawan. Bebaskan saja isi kepala. Lepas saja dalam membuat pukulan-pukulan. Lakukan saja.
"Kecerdikan akan ada bayarannya di sini. Saya tak ingin cuma asal tembak, saya mencermati serangan-serangan forehand dari Rafa," tutur dia.
(fem/nds)











































