Ditempatkan sebagai unggulan kesembilan, Nadal sukses melaju hingga ke final Australia Terbuka. Namun harapannya untuk meraih gelar grand slam yang ke-15 kandas di tangan Roger Federer.
Dalam partai final yang digelar di Rod Laver Arena, Minggu (29/1/2017) kemarin, Nadal harus mengakui keunggulan Federer. Bertarung sepanjang lima set, petenis asal Spanyol itu akhirnya kalah 4-6, 6-3, 1-6, 6-3, 3-6.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penampilan di Australia Terbuka disebut Nadal jadi sinyal bagus untuk dirinya dalam menatap sisa musim, terutama di lapangan tanah liat yang merupakan spesialisasinya.
"Saya tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan. Saya cuma berpikir saya bermain baik," ucap Nadal seperti dikutip dari Reuters.
"Saya percaya bahwa bermain seperti ini, hal-hal bagus bisa terjadi. Itu bisa terjadi di permukaan ini, tapi khususnya bisa terjadi di lapangan tanah liat," lanjut pemilik sembilan gelar juara Prancis Terbuka itu.
"Di lapangan tanah liat, saya bisa pulih lebih baik daripada di sini, maka lawan tidak akan mendapat poin gratis sebanyak itu, dan saya bermain solid dari baseline."
"Jika saya mewujudkannya, saya pikir saya bisa terus mendapat kesuksesan di lapangan permukaan keras, tapi di tanah liat bisa spesial," katanya.
(nds/krs)











































