Menurut Wibowo, keputusan itu diambil untuk menambah frekuensi pertandingan internasional supaya nantinya petenis Indonesia yang akan dikirim ke SEA Games punya pengalaman tanding dari lawan peringkat 200-an.
"Tenis itu sedikit berbeda, ini games, jika mereka kurang bertanding hanya latihan di pelatnas, itu kurang optimal. Mereka harus ketemu lawan yang lebih baik dan hebat. Jika di pelatnas lawannya itu-itu saja," ujar Wibowo di konferensi pers Combiphar Tenis Open di Kaffein, Jakarta, Selasa (31/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini beberapa petenis Indonesia sedang berada di luar negeri untuk mengikuti berbagai kejuaraan. Seperti halnya Christopher Rungkat yang berada di Amerika dan David Agung yang berada di Filipin untuk persiapan Davis Cup.
Dengan rajinnya mengirim pemain ke kejuaraan di luar negeri, Wibowo ingin nantinya tenis mampu mempersembahkan dua emas di SEA Games, meski tumpuannya masih pada sektor putra.
"Jika bisa dua emas kita dapat, kami optimistis karena materi pemain kita lebih baik dari negara lain, walau negara-negara Asia Tenggara sudah mulai kuat," ujar Wibowo.
"Target tersebut memang kita bebankan di sektor putra, namun kami harap putri bisa mencuri emas juga, sehingga kita bisa mendapat tiga emas, namun kita lihat lagi nanti," tegasnya.
(krs/nds)











































