Piala Davis

Tim Indonesia Fokus ke Partai Playoff Lawan Kuwait

Mercy Raya - Sport
Selasa, 07 Feb 2017 17:41 WIB
Foto: ist.
Jakarta - Tim Davis Indonesia kalah dari Filipina dan kini harus melalui babak playoff degradasi di Piala Davis. Pelatih Suharyadi mengatakan timnya kalah karena secara kualitas permainan tertinggal dari lawan.

Kekalahan 1-4 diderita Indonesia saat berhadapan dengan Filipina di partai Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania pada 3-5 Februari lalu. Walhasil tim Merah Putih harus melalui babak playoff degradasi untuk mempertahankan posisinya di Grup II Zona Asia/Oceania. David Agung Sutanto dkk. akan menghadapi Kuwait bulan April mendatang.

"Filipina dari segi kualitas memang lebih diatas. Dari hasil ini untuk sektor singelnya, yang mampu capai lima set hanya David, sementara petenis lainnya hanya tiga set," kata pelatih nasional Suharyadi ketika ditemui di lapangan tenis Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Selasa (7/2/2017).

"Filipina ini memiliki speed dari servicenya yang bagus, dan returnnya pun memang mereka lebih dominan. Di samping itu, secara konsistensi dan akurasi lawan lebih bagus dari pemain kita. Terutama Aditya Sasongko dan David yang hanya bisa imbangi tapi tidak bisa lawan sehingga permainan tidak bisa keluar," tambahnya.

Permainan lawan juga semakin solid karena ketidakhadiran Christopher di dalam tim Merah Putih. Christopher absen di Davis Cup karena ia harus mengejar rangking ITF agar bisa ikut kualifikasi Wimbeldon.

"Memang waktu kita berangkat dengan kekuatan tanpa Christo cukup ambil risiko. Tetapi ini jadi pengalaman anak-anak kalau menang bagus, kalau kalah ini sudah diprediksi. Jadi memang betul dengan Christo kita lebih percaya diri," ujar Suharyadi.

Kendati demikian, hasil dari Filipina disebutkan Suharyadi bisa menjadi pelajaran besar dalam menghadapi Kuwait mendatang, kendati secara pola permainan sejatinya ada perbedaan.

"Yang dibutuhkan menambah service yang keras dan terarah dan harus punya senjata lebih tajam saat relay, dan return juga harus lebih attack dan menyulitkan lawan. Kemarin itu kan tidak ada sama sekali. Makanya dengan adanya kompetisi hari ini di Jakarta saya harap anak-anak bisa sembari mengevaluasi untuk playoff nanti," kata dia.

Dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, hanya dua petenis Kuwait yang dinilai bisa menjadi ancaman. Mereka adalah Abdullah Maqdes dan Mohammad Ghareeb. Namun, Suharyadi optimitis hal itu bisa dicapai apalagi petenis andalan Indonesia Christopher Rungkat rencananya akan turun di babak tersebut.

"Mudah-mudahan bisa bergabung. Mungkin kalau nanti ada Christo kita lebih percaya diri dan kuat. Tetapi tergantung Kuwait juga siapa yang main, karena dari head to head kita terakhir menang terus," pungkasnya.

(mcy/krs)