GOR bulutangkis dengan enam lapangan milik Sony itu resmi diperkenalkan kepada publik pada 10 Februari 2017. Sony sebagai penggagas dan pemilik memiliki misi khusus dengan menidirikan GOR di kawasan Medokan Asri, Rungkut, Surabaya itu.
Sony berharap GOR itu bisa menjadi tabungan di masa tuanya nanti, setelah dia gantung raket. Uang sewa bisa jadi pemasukan buat dia dan keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal lain, tentunya Sony bisa lebih gampang dalam berlatih. Meski kini berusia 32 tahun, Sony belum berencana untuk pensiun.
Setelah keluar dari pelatnas pada pertengahan 2014, Sony memang kesulitan mencari lapangan latihan. Bapak dua anak itu sekaligus berharap orang-orang yang datang ke GOR miliknya bisa menyuntikkan semangat berlatih kepada dia.
"Dengan adanya gedung itu kan saya juga jadi bisa latihan dengan lebih mudah. Sewaktu-waktu kan bisa. Selama saya berada di Surabaya kalau saya latihan, ya memang ada waktu, tapi jam lima ke atas orang mau menyewa lapangan juga orang tidak peduli mau kamu Sony. Harus gantian. Kalau sekarang kan, saya bisa nyetop. He he he," ujar Sony kepada awak media di Surabaya baru-baru ini.
"Ada gedung itu juga yang penting ke depannya saya bisa manfaatkan. Jadi jangan sampai justru nantinya malah prosi latihan saya menurun. Jadi saya yakin gitu lho. Mungkin, dengan adanya orang-orang bermain di sana, ketemu orang-orang yang menyewa, otomatis kan memberi semangat ke saya.
"Mereka saja yang sudah tua-tua semangat, ingin maju walaupun sekadar berlatih untuk hobi. Saat bermain mereka sampai bertaruh, itu kan tanda ingin meraih kemenangan. Mereka memiliki tekad ingin maju. Jadi, saya melihat ada semangat dalam diri mereka. Itulah yang membangkitkan saya untuk maju. Bagaimanapun juga, saya kebanggaan atau putra Surabaya juga," ungkap dia.
(fem/krs)











































