Kevin/Marcus menjadi juara All England 2017. Gelar juara itu menjadi raihan bergengsi karena All england merupakan turnamen bulutangkis klasik yang juga menjadi sasaran utama PP PBSI.
Tambahan poin dari ajang itu membuat peringkat Kevin dan Marcus melesat ke urutan pertama dunia. Kevin yang masih berusia 21 tahun berharap ranking satu dunia tak lepas dengan mudah dari dia Marcus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diakui Kevin, tantangan ke depan tentu akan lebih berat. Karena itu, dirinya tidak hanya ingin puas sampai di All England saja, tetapi di turnamen dan kejuaraan lainnya.
"Saya tidak mikir terlalu jauh. Mikirnya step by step. Ini merupakan awal baik bagi kami. Tentu memotivasi kami untuk berprestasi lebih ke depan, menambah kepercayaan diri dan berusaha tampil lebih stabil untuk memenangi setiap turnamen," ujar dia.
Berkaca dari pengalaman ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto, yang kualitasnya menurun pasca juara All England 2015, Kevin menilai itu tergantung pemain menjaga konsistensi permainannya.
"Tergantung individunya untuk menjaga. Intinya jangan pernah puas. Kalau sudah seperti itu (cepat puas) pasti bisa turun. Jadi latihan seenaknya atau bagaimana. Sekarang yang penting kita tetap fight dan berjuang. Kalau bisa lebih dari biasanya yang latihan untuk mempertahankan," kata Kevin.
Dia juga menyebut, kerap menambah jam latihan sendiri khususnya turnamen-turnamen besar.
"Tergantung sebenarnya. Kalau kemarin kan fokus ke All England, tidak ikut pertandingan apa-apa dan saya pun benar-benar ingin. Jadi selama belum terlalu capek banget ya, saya masih nambah jam latihan," imbuhnya.
(mcy/fem)











































