Kecintaan Kevin kepada bulutangkis tumbuh sejak dia masih bocah. Berawal dari lapangan belakang rumahnya, Kevin kecil kerap kali melihat ayahnya, Sugiarto Sukamuljo, bermain bulutangkis.
Dari sana, atlet kelahiran Banyuwangi, 2 Agustus 1995, itu mulai mencoba-coba bermain. Awalnya, temboklah yang menjadi lawannya bertanding, hingga ayahnya pun mencari pelatih agar Kevin bisa berlatih lebih dalam lagi soal bulutangkis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegagalan itu tak membuat Kevin menyerah. Tahun berikutnya dia mencoba dan berhasil. Meski dia lupa siapa yang menjadi lawannya saat itu, namun dari situlah karier Kevin di bulutangkis dimulai.
Perjalanan karier Kevin di PB Djarum tak mulus. Dia sempat hampir dikeluarkan dari klub karena mentok di sektor tunggal.
Tapi, kepala pelatih PB Djarum saat itu, Fung Permadi, meminta dua pelatih ganda Ade Lukas dan Ronald untuk berangkat ke Kudus, untuk melihat dua pemain yang hampir dikeluarkan, salah satunya Kevin.
"Saat itu saya memang ditanya sanggup tidak. Tapi saya bilang coba dululah," kata Ade, membuka cerita awal melatih Kevin di klub. Kevin pun kemudian pindah ke sektor ganda putra.
Karena transisi dari pemain tungal ke ganda cukup sulit, Ade mencoba untuk membangun atmosfer yang nyaman lebih dulu untuk Kevin selama satu tahun.
"Setahun pengenalan, di situlah Kevin mulai menonjol. Dia pun orangnya rajin dan pada saat latihan dia tidak pernah puas. Setiap game juga tidak pernah mau kalah," kata Ade.
Setelah ditangani Ade selama 1,5 tahun, pada 2011 Kevin diambil alih Sigit Budiarto.
"Saat itu bakat Kevin mulai terlihat di ajang Singapura Internasional Series. Dia sudah bisa mengimbangi bahkan mengalahkan pemain pelatnas. Yang saya lihat memang bukan hanya teknik dia, tetapi Kevin juga punya mental yang bagus," kata Sigit.
Dua tahun berikutnya Kevin pun masuk Pelatnas Cipayung. Saat itu, dia kerap bergonta-ganti pasangan, baik di ganda putra maupun ganda campuran. Dimulai dari Stefanus G, Wahyu Nayaka, Alfian Eko saat di ganda putra, kemudian bersama Della Destiara, Ni Ketut Mahadewi, Masita Mahmudin, Maretha Dea Giovani, serta Greysia Polii di ganda campuran.
Sejak 2015, Kevin dimantapkan dengan Marcus. Di tahun itu, keduanya menampilkan performa cukup positif. Mereka berhasil menjadi juara Taiwan Grand Prix 2015. Mereka juga berhasil meraih medali perak SEA Games 2015 dan beregu putra.
Penampilan apik mereka berlanjut di tahun berikutnya. Pada 2016, total Kevin/Marcus mengoleksi enam gelar dari level grand prix gold hingga level superseries premier. Gelar juara All England 2017 dan peringkat satu dunia pun makin mengilapkan prestasi mereka.
"Senang banget dan tidak menyangka. Karena pas game puncak pun bertanya 'ini benar gak sih juara?'," ungkap Kevin.
"Soalnya sejak awal babak pertama All England sebenarnya sudah berat melawan Hendra Setiawan/Tan Boon Heong. Setelah itu lolos ya fokus saja satu demi satu pertandingan," tambahnya.
Apa yang dituai anak bungsu dari dua bersaudara ini memang tak lepas dari dukungan keluarganya di dunia olahraga. Tak heran, ketika anaknya sukses kedua orang tuanya hanya berharap agar Kevin tidak lekas puas.
"Kami sebenarnya tidak menyangka. Soalnya waktu itu mau masuk Djarum saja sulit, harus juara segala macam. Sampai akhirnya dia masuk pelatnas," kata Sugiarto soal prestasi anaknya.
Tetapi, Kevin adalah tipe anak yang total. Sehingga ketika punya keinginan dia akan berupaya untuk mencapainya.
"Dia anaknya tulus dan totalitas sekali. Kalau senang dengan sesuatu dia akan berusaha untuk meraih itu," kata Sugiarto.
Hal yang sama diungkapkan Ibunya, Winartin Niawati. Meski awalnya dia mengaku berat melepas anak bungsunya untuk bergabung dengan PB Djarum, tetapi karena semangat yang dimiliki Kevin akhirnya dia merelakannya.
"Kevin itu anaknya berpendirian, manja juga mungkin karena anak bontot ya, makanya awal-awal berat lepas dia. Tetapi sekarang saya bangga dan senang sekali atas prestasi Kevin," kata Winartin.
"Saya sih cuma berharap dia selalu bersyukur dan semangat. Jangan juga terlalu cepat puas dengan apa yang diraihnya," harapnya.
Biodata Kevin Sanjaya Sukamuljo
Nama : Kevin Sanjaya Sukamuljo
Lahir : Banyuwangi, 2 Agustus 1995
Klub : PB Djarum (bergabung sejak audisi umum 2007)
Tinggi : 170 cm
Berat : 55 kg
Prestasi
2017: Juara All England Superseries Premier 2017
2016 :
Juara Kejurnas beregu campuran dewasa antarklub 2016
Juara China Open Superseries premier
Juara Indonesia Masters Grand Prix Gold
Juara Australia Open Superseries
Juara India Open Superseries
Juara Malaysia Masters Grand Prix Gold
2015:
Juara Taiwan Grand Prix
Medali Perak SEA Games 2015 Singapura
Medali Emas SEA Games 2015 (beregu putra)
(mcy/mfi)











































