Federer mengalahkan Rafael Nadal straight set 6-3, 6-4 di Stadium Court, Miami, Minggu (2/4/2017) waktu setempat. Gelar ketiga pun diraih Federer, setelah sebelumnya berhasil juara di Australia Terbuka dan Indian Wells.
Prestasi petenis berusia 35 tahun cukup berbeda dengan apa yang diraihnya musim lalu. Di 2016, Federer justru mengakhiri musim lebih cepat enam bulan akibat cedera lutut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terus melaju bukan berarti membuat Federer kalap. Ia berjanji akan mengurangi bermain di turnamen tanah liat musim ini. Yang pasti, Prancis Terbuka dan Wimbledon jadi target berikutnya.
Federer menekankan khusus di Wimbledon. Terakhir kali ia jadi kampiun di London terjadi di musim 2012 lalu. Dalam empat musim terakhir, Federer selalu kalah saing dari Andy Murray dan Novak Djokovic.
"Wimbledon jadi target terbesar selanjutnya. Lapangan Amerika bisa saya lahap dengan baik. Prancis Terbuka, dengan beberapa tingkatan, mari lihat saja apa yang terjadi, tidak ada tekanan sama sekali sekarang," ucapnya dikutip Independent.
"Semua lapangan penting bagi saya. Di bagian kedua musim jelas jadi prioritas yang besar," tutupnya. (din/din)











































