DetikSport
Senin 10 Apr 2017, 05:06 WIB

Rexy: Kevin/Marcus Istimewa

Novitasari Dewi Salusi - detikSport
Rexy: Kevin/Marcus Istimewa Foto: detikSport/Femi
Kuching - Kesuksesan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mengukir hat-trick juara mendapat apresiasi tinggi dari Rexy Mainaky. Mantan pemain ganda putra Indonesia itu mengakui kalau Kevin/Marcus memang istimewa.

Kevin/Marcus meraih gelar ketiganya di awal tahun ini dengan menjuarai Malaysia Terbuka Super Series Premier. Mereka tampil sebagai juara setelah mengalahkan Fu Haifeng/Zheng Siwei di babak final, Minggu (9/4/2017).

Apa yang diraih Kevin/Marcus itu terbilang spesial. Tiga gelar mereka raih di awal tahun ini hanya dalam waktu kurang dari empat pekan.

Setelah menjuarai All England pada pertengahan Maret, Kevin/Marcus kembali ke tanah air dan berlatih untuk memenuhi target mempertahankan gelar di India Terbuka Super Series. Dengan persiapan kurang dari dua minggu, Kevin/Marcus sukses memenuhi targetnya itu.

Usai melakoni laga final di New Delhi, Kevin/Marcus langsung terbang ke Kuala Lumpur dan lanjut ke Kuching untuk berlaga di Malaysia Terbuka Super Series Premier. Meski tengah dilanda flu dan batuk, Kevin/Marcus tetap sukses membawa pulang gelar juara.
Rexy: Kevin/Marcus IstimewaFoto: dok. Humas PBSI
"Waktu melihat peserta di Malaysia Open ini, memang saya sudah merasa Marcus/Kevin akan juara. Belum ada yang bisa menandingi mereka, termasuk pasangan asal Tiongkok bahkan Fu Haifeng/Zheng Siwei sekalipun," kata Rexy kepada Badmintonindonesia.org.

"Marcus/Kevin sudah punya mental yang stabil untuk jadi juara, di usia seperti itu sudah bisa kontrol permainan, dari ketinggalan dan bisa rebut poin dan kontinyu terus sampai menang, ini yang membuat mereka istimewa."

"Bukan cuma punya kecepatan yang bagus, namun kerjasama tim Marcus/Kevin sangat baik. Ada hal-hal non teknis yang mereka lakukan di lapangan dan ini membuat lawan jadi kacau balau, emosi lawan menjadi tidak stabil," lanjut mantan partner Ricky Soebagdja itu.

"Saya rasa ini adalah hal yang wajar, ini bagian dari taktik permainan. Sama saja seperti saya dan Ricky (Soebagdja) dulu kalau mau menang dari musuh bebuyutan kami Cheah Soon Kit/Yap Kim Hock (Malaysia), kami harus bikin mereka emosi dulu, asalkan masih dengan cara yang wajar dan tidak melanggar aturan," katanya.





(nds/raw)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed