DetikSport
Senin 10 April 2017, 13:25 WIB

Persembahan untuk Buah Hati dan Ironi di Final Malaysia Terbuka

Femi Diah - detikSport
Persembahan untuk Buah Hati dan Ironi di Final Malaysia Terbuka Foto: Reuters
Jakarta - Final Malaysia Open bukan hanya tentang perebutan gelar juara. Ada sindiran buat para pemain tunggal putra dan persembahan istimewa dari seorang ayah untuk anak lelakinya.

Final tunggal putra Malaysia Terbuka Super Series 2017 di Stadion Perpaduan, Kuching, Minggu (9/4/2017), mempertemukan pebulutangkis tuan rumah, Lee Chong Wei, dan pemain China, Lin Dan. Laga itu menjadi sebuah duel dua pebulutangkis yang mempunyai rivalitas klasik. Namun, munculnya dua nama tersebut di babak puncak turnamen berhadiah total USD 600 ribu juga membuat dahi mengerut.

Lin Dan dan Chong Wei sudah tak muda lagi. Memang Chong Wei, masih jadi pebulutangkis nomor satu dunia dan Lin Dan ada di urutan keenam dunia. Namun, final dua pemain itu menjadi panggung pemain dengan usia yang tak lagi muda. Chong Wei berumur 34 tahun dan Lin Dan setahun lebih muda, 33 tahun.

Bandingkan dengan final empat nomor lain. Selain Fu Haifeng, 33 tahun, yang jadi pasangan Zheng Siwei, finalis ganda putra dari China), para pemain lain berusia di bawah 27 tahun.

Ke mana para pemain muda tunggal putra?

Persaingan tunggal putra di jagat bulutangkis memang telah menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir. Dalam Indonesia Terbuka 2016, beberapa pebulutangkis tunggal putra top dunia mengakui persaingan sektor tersebut sedang kurang menarik dibandingkan periode sebelumnya saat memiliki pemain-pemain dengan permainan menarik di atas lapangan seperti Lin Dan, Chong Wei, Taufik Hidayat, dan Peter Gade.

Namun faktanya Lin Dan masih lapar juara. Dia merayakan kemenangan atas Chong Wei dengan antusias. Dia melompat dan berteriak, kemudian melepas kaus dan memeluk Chong Wei.

Ya, di usia 33 tahun setelah memiliki sederet gelar juara di turnamen mayor, termasuk lima juara dunia, enam All England, dan dua medali emas Olimpiade, Lin Dan baru merasakan menjadi juara Malaysia Terbuka.

Lin Dan tak hanya merasa puas bisa menjadi juara. Dia menyiratkan sindiran dengan menyebut-nyebut usia.

"Luar biasa dengan kami berdua masih bisa bermain bagus pada level bulutangkis yang seperti ini dan usia kami saat ini," kata Lin Dan seperti dikutip the Stars.

Lin Dan memang membawa motivasi berlipat ganda saat tampil di di Malaysia Terbuka ini. Pemain berjuluk Super Dan itu tertantang oleh pertanyaan wartawan yang bertubi-tubii tentang nasib sial di turnamen super series Asia Tenggara dan berburu poin menuju Kejuaraan Dunia 2017.

"Saya sering mendapatkan pertanyaan kenapa saya tak pernah menjadi juara turnamen terbuka di Asia Tenggara. Saya ingatkan ya, saya pernah menjadi juara Dunia di Kuala Lumpur, tapi media terus-terusan bertanya tentang itu," kata Lin Dan seperti dikutip situs resmi BWF.

"Makanya, saat saya tiba di sini, saya mempunyai dua tujuan. Saya ingin meraih poin ranking sebanyak-banyaknya, dan yang kedua saya ingin mematahkan nasib buruk itu," jelas suami mantan pebulutangkis Xie Xingfang tersebut.

Selain itu, media Malaysia, The Stars, menyebut Lin Dan juga mempunyai motivasi kuat dalam pertandingan-pertandingan yang dilakoninya usai Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Lin Dan ingin putra kecilnya, Xiao Yu--yang artinya shuttlecock kecil--bisa menyaksikannya tampil dalam turnamen.

"Saya ingin anak saya bisa melihat saya bermain. Dia masih sangat kecil saat ini... Saya cuma perlu terus bermain," tutur Lin Dan.



(fem/krs)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed